BOGOR, POJOKBOGOR.id - Bangunan yang sejak lama tertutup jaring hijau di sisi kawasan Istana Kepresidenan Bogor arah Sempur memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.
Ada yang menduga proyek tersebut akan menjadi lapangan padel. Ada pula yang mengaitkannya dengan kolam renang Presiden, paviliun untuk menerima tamu, hingga fasilitas bagi petugas pengamanan Istana.
Namun, penelusuran terhadap sejumlah dokumen yang tersedia untuk publik menemukan petunjuk lain.
Sebuah dokumen yang terindeks pada 2026 mencantumkan pekerjaan dengan nama Renovasi Paviliun Dyah Bayurini II di lingkungan Istana Bogor.
Ada Renovasi Paviliun Dyah Bayurini II
Petunjuk paling kuat muncul dari dokumen permohonan perpanjangan waktu pekerjaan tertanggal 20 Agustus 2026.
Dokumen tersebut secara eksplisit mencantumkan pekerjaan Renovasi Paviliun Dyah Bayurini II.
Di dalamnya disebutkan pelaksana meminta tambahan waktu karena adanya kondisi lapangan yang tidak terduga, termasuk perubahan desain.
“Dengan mempertimbangkan hal tersebut, kami memohon agar diberikan perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan sampai dengan tanggal 30 November 2026,” demikian tertulis dalam dokumen tersebut, Kamis (20/8/2026).
Jika dokumen itu berkaitan dengan proyek yang terlihat masyarakat dari sisi Sempur, permohonan perpanjangan tersebut dapat menjelaskan mengapa pekerjaan terkesan berlangsung cukup lama.
Namun, belum ditemukan konfirmasi resmi dari Kementerian Sekretariat Negara yang secara langsung menyatakan bahwa bangunan berjaring hijau yang terlihat dari Jalan Jalak Harupat atau kawasan Sempur adalah Paviliun Dyah Bayurini II.
Karena itu, keterkaitan antara keduanya masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.
Apa Itu Dyah Bayurini?
Dyah Bayurini bukan nama bangunan baru di kompleks Istana Bogor.
Catatan pemerintah menyebut Gedung Dyah Bayurini dibangun pada 1964 dan digunakan sebagai tempat beristirahat Presiden beserta keluarga ketika berada di Bogor.
Bangunan tersebut menjadi salah satu fasilitas yang berdiri terpisah dari gedung induk Istana Kepresidenan Bogor.
Karena fungsi historis tersebut, dugaan bahwa pekerjaan yang sedang dilakukan berkaitan dengan fasilitas kepresidenan menjadi lebih masuk akal dibanding menyimpulkan proyek tersebut sebagai fasilitas komersial seperti lapangan padel.
Meski demikian, fungsi akhir hasil renovasi belum dijelaskan secara terbuka dalam sumber resmi yang ditemukan.
Dokumen Teknis Juga Munculkan Nama Dyah Bayurini
Selain dokumen perpanjangan waktu, terdapat dokumen teknis yang terindeks publik dengan judul pekerjaan Pembangunan Wisma Dyah Bayurini Istana Bogor.
Dokumen tersebut memuat pekerjaan arsitektural yang mencakup dinding, lantai, plafon, pintu dan jendela, façade, waterproofing, sanitary, railing, hingga pekerjaan pelengkap lainnya.
Dokumen perencanaan lain juga menampilkan gambar instalasi untuk renovasi Paviliun Dyah Bayurini, termasuk area basement.
Kemunculan beberapa dokumen dengan nama Dyah Bayurini pada periode yang berdekatan semakin menguatkan adanya pekerjaan fisik pada fasilitas tersebut.
Namun sekali lagi, dokumen-dokumen tersebut belum cukup untuk memastikan titik konstruksi yang terlihat masyarakat dari luar pagar Istana adalah lokasi yang sama.
Anggaran Istana Bogor 2026 Tercatat Rp21,25 Miliar
Kementerian Sekretariat Negara juga telah membuka Rencana Kerja Anggaran Satuan Kerja Istana Kepresidenan Bogor Tahun Anggaran 2026.
Dokumen tersebut mencatat total anggaran Satker Istana Kepresidenan Bogor sebesar Rp21.258.972.000.
Dari jumlah tersebut, Rp11.598.030.000 tercatat untuk komponen operasional dan pemeliharaan kantor.
Namun dokumen RKA yang dipublikasikan tidak merinci adanya pembangunan lapangan padel, kolam renang baru, maupun proyek bernama Renovasi Paviliun Dyah Bayurini.
Artinya, angka anggaran tersebut tidak dapat langsung diklaim sebagai nilai proyek bangunan yang saat ini menjadi perhatian warga.
Istana Bogor Memang Memiliki Banyak Bangunan Pendukung
Kompleks Istana Kepresidenan Bogor tidak hanya terdiri dari gedung utama yang terlihat dari Jalan Ir. H. Juanda.
Di dalam kawasan terdapat berbagai bangunan lain dengan fungsi berbeda, mulai dari paviliun, wisma petugas, barak pengawal, pos jaga, kantor, gedung serbaguna hingga fasilitas pendukung lainnya.
Catatan mengenai tata kawasan Istana juga menunjukkan Dyah Bayurini menjadi salah satu bangunan tersendiri di dalam kompleks tersebut.
Karena banyaknya fasilitas di dalam kawasan, menentukan fungsi sebuah proyek hanya berdasarkan bentuk bangunan yang terlihat dari luar pagar berpotensi menghasilkan kesimpulan yang keliru.
Renovasi Istana Berkaitan dengan Perawatan Bangunan
Kementerian Sekretariat Negara sebelumnya menjelaskan bahwa renovasi di lingkungan Istana Kepresidenan dilakukan dengan mempertimbangkan rekomendasi teknis, termasuk karena usia bangunan dan nilai sejarahnya.
“Gedung-gedung istana termasuk heritage yang harus terus dirawat dan dipelihara,” ujar Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara saat itu, Lambock V. Nahattands, Selasa (24/1/2012).
Istana Bogor memang merupakan salah satu bangunan bersejarah yang terus digunakan untuk kegiatan kenegaraan hingga pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pada 2025, misalnya, Istana Bogor digunakan untuk menerima Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan dalam kunjungan resmi kenegaraan.
Jadi, Proyek Apa yang Sedang Dibangun?
Untuk sementara, belum ada dasar kuat untuk menyebut bangunan tersebut sebagai lapangan padel.
Belum ada pula sumber resmi yang ditemukan yang menyatakan sedang dibangun kolam renang baru khusus untuk Presiden.
Petunjuk dokumen yang tersedia justru mengarah pada adanya pekerjaan Renovasi Paviliun Dyah Bayurini II.
Terlebih, dokumen tertanggal 20 Agustus 2026 menunjukkan pekerjaan tersebut sempat diajukan untuk diperpanjang hingga 30 November 2026 karena perubahan desain dan kondisi lapangan.
Tetapi sampai ada penjelasan langsung dari Sekretariat Presiden atau pengelola Istana Kepresidenan Bogor mengenai titik konstruksinya, identitas bangunan yang terlihat dari arah Sempur belum bisa dipastikan seratus persen.
Jadi, misterinya memang mulai menemukan petunjuk.
Namun satu pertanyaan masih tersisa: apakah bangunan berjaring hijau yang selama ini dilihat warga benar-benar Paviliun Dyah Bayurini II?








