BOGOR, POJOKBOGOR.id - Sebuah mobil Toyota Kijang bernomor polisi F 1159 PM terbakar di Jalan Raya Cibeureum, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Selasa (13/10/2026) siang.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena kendaraan diketahui membawa muatan bensin dalam delapan jerigen serta sebuah alat pompa bensin.
Dua orang dilaporkan mengalami luka bakar dalam kejadian tersebut. Sementara kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Api Diduga Berasal dari Dalam Mobil
Berdasarkan laporan petugas pemadam kebakaran, sumber api diduga berasal dari bagian dalam kendaraan.
Menurut keterangan saksi, mobil awalnya tiba-tiba berhenti ketika melintas di Jalan Raya Cibeureum.
Tiga orang yang berada di dalam kendaraan kemudian keluar dengan kondisi panik dan meninggalkan mobil.
Tak lama kemudian, api membesar dan membakar kendaraan.
Petugas masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan pemicu pasti munculnya api.
Hingga informasi ini dihimpun, belum ada keterangan resmi mengenai jenis bensin, asal BBM, tujuan pengangkutan, maupun status penggunaannya.
Dua Orang Mengalami Luka Bakar
Insiden tersebut mengakibatkan dua orang, seorang laki-laki dan seorang perempuan, mengalami luka bakar.
Luka dilaporkan mengenai bagian kaki dan punggung.
Kedua korban kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis.
Tidak ada laporan korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Damkar Kota dan Kabupaten Bogor Turun
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor dari Sektor Sukasari diterjunkan untuk menangani kebakaran.
Pemadaman turut melibatkan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Kota Bogor serta satu unit pemadam kebakaran dari Kabupaten Bogor.
Petugas kemudian melakukan pemadaman hingga kobaran api dapat dikendalikan.
Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
Delapan Jerigen Bensin Jadi Sorotan
Temuan delapan jerigen berisi bensin di dalam kendaraan membuat aspek keselamatan pengangkutan BBM menjadi perhatian dalam kejadian ini.
Bensin merupakan cairan yang mudah terbakar. Keberadaan bahan bakar dalam jumlah tertentu di dalam kendaraan dapat meningkatkan risiko apabila terjadi kebocoran, tumpahan, percikan api, atau sumber panas.
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM sebelumnya mengingatkan bahwa penggunaan jerigen untuk BBM harus memenuhi standar keselamatan.
“Seharusnya pengisian BBM dengan menggunakan wadah jerigen atau sejenisnya harus memenuhi standar keselamatan yaitu berbahan logam atau bukan berbahan plastik,” jelas Kepala Sub Direktorat Keselamatan Hilir Migas, Wijayanto, Selasa (26/3/2019).
Kementerian ESDM juga mencatat pengisian BBM menggunakan jerigen yang tidak sesuai standar sebagai salah satu faktor risiko dalam kecelakaan pada kegiatan pengisian BBM.
Pembelian BBM Subsidi dengan Jerigen Juga Ada Aturannya
Selain persoalan keselamatan, penggunaan jerigen untuk membeli BBM tertentu juga memiliki ketentuan tersendiri.
BPH Migas menjelaskan, pembelian BBM subsidi menggunakan jerigen tidak dapat dilakukan sembarangan dan ditujukan kepada sektor pengguna yang memenuhi persyaratan.
“Pembelian BBM subsidi di SPBU menggunakan jerigen tidak bisa sembarang orang, hanya yang memiliki surat rekomendasi,” ujar Anggota Komite BPH Migas Abdul Halim, Jumat (23/6/2023).
Surat rekomendasi tersebut dapat diberikan kepada sektor pengguna yang memenuhi ketentuan, seperti pertanian, perikanan, transportasi air, UMKM, dan pelayanan umum.
Namun, ketentuan tersebut tidak serta-merta berarti muatan dalam mobil yang terbakar di Mulyaharja merupakan BBM subsidi atau melanggar aturan.
Hingga kini belum terdapat keterangan resmi mengenai jenis maupun asal delapan jerigen bensin yang ditemukan di kendaraan tersebut.
Keselamatan Jadi Hal Utama
Peristiwa di Mulyaharja menunjukkan besarnya risiko ketika bahan yang mudah terbakar berada di dalam kendaraan.
Karena itu, penyimpanan maupun pengangkutan bahan bakar perlu memperhatikan wadah, kondisi kendaraan, potensi kebocoran serta keberadaan sumber api atau percikan.
Kementerian ESDM sebelumnya menegaskan pentingnya keselamatan dalam kegiatan yang berkaitan dengan BBM.
“Untuk itu aspek keselamatan harus mendapat prioritas tinggi bagi pengelolaan SPBU, konsumen dan masyarakat luas,” ujar Wijayanto, Selasa (26/3/2019).
Sementara penyebab pasti kebakaran Toyota Kijang di Mulyaharja masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Insiden tersebut mengakibatkan kendaraan terbakar, dua orang mengalami luka, serta kerugian yang diperkirakan mencapai Rp100 juta.







