POJOKBOGOR.id – Kebakaran hebat melanda rumah dua lantai di Jalan Bulldozer, kawasan Bina Marga, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Minggu, 20 September 2026 pagi.

Api diduga bermula dari salah satu kamar di lantai dua akibat gangguan atau korsleting listrik. Kobaran kemudian membesar dan menghanguskan sebagian bangunan sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor M. Ade Nugraha membenarkan objek yang terbakar merupakan rumah tinggal dua lantai.

Baca Juga: Usai OTT KPK Kasus HGB Bogor, Warga Nagrak Was-was Ramai Pasang Plang 'Tanah Ini Tidak Dijual'

“Betul. Objek terbakar rumah dua lantai,” ujar M. Ade Nugraha, Minggu (20/9/2026).

 

Laporan Masuk 05.33 WIB, Damkar Tiba 05.44 WIB

Salah satu detail penting dalam penanganan kebakaran ini adalah waktu respons petugas.

Keterangan petugas menyebut laporan warga diterima sekitar pukul 05.33 WIB. Armada kemudian bergerak menuju Jalan Bulldozer dan tiba di lokasi sekitar 05.44 WIB.

Artinya, waktu dari laporan diterima hingga petugas tiba berada di kisaran 11 menit.

Petugas dikerahkan dari beberapa titik, termasuk sektor Sukasari, Cibuluh, dan Yasmin, sehingga penanganan tidak hanya mengandalkan satu pos pemadam.

Baca Juga: Jalur Nanggerang–Babakan Waru Ambles, Kawasan Ini Pernah Masuk Zona Rawan Gerakan Tanah

Informasi mengenai jumlah kendaraan yang dikerahkan berbeda dalam sejumlah laporan awal—ada yang menyebut tiga dan ada yang menyebut empat unit. Namun sumber-sumber tersebut konsisten menyebut personel berasal dari Sukasari, Cibuluh, dan Yasmin.

 

Api Utama Dikendalikan, Pendinginan Berlanjut

Setelah petugas tiba, proses pemadaman api utama berlangsung relatif cepat.

Keterangan lapangan menyebut kobaran berhasil dikendalikan sekitar 15 menit, kemudian dilanjutkan proses pendinginan sekitar 30 menit untuk memastikan tidak ada titik panas yang kembali memicu kebakaran. Total rangkaian penanganan berlangsung kurang lebih 45 menit.

Langkah pendinginan menjadi penting pada kebakaran bangunan karena bara dapat bertahan di bagian atap, plafon, furnitur, maupun material lain meski kobaran utama sudah tidak terlihat.

Baca Juga: Sehari Setelah Kasus Video LGBT di Purasari Leuwiliang, Bupati Bogor Langsung Beri Arahan, 14 Kecamatan Mulai Bergerak

Situs resmi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor menyebut tugas instansi tersebut tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan penyelamatan, mitigasi, serta memastikan kondisi pascakebakaran aman bagi masyarakat.

 

Diduga Berawal dari Kamar Lantai Dua

Berdasarkan informasi awal yang diperoleh petugas di lokasi, titik awal api diduga berada pada kamar di lantai dua.

Dugaan sementara mengarah kepada korsleting listrik.

“Berdasarkan informasi di lokasi, awal terjadi kebakaran karena korsleting listrik di bagian kamar di lantai 2,” kata Ade Nugraha, Minggu (20/9/2026).

Meski demikian, penyebutan korsleting masih merupakan dugaan awal berdasarkan kondisi di lokasi, bukan kesimpulan investigasi teknis mengenai penyebab kebakaran.

Baca Juga: Kurang dari 48 Jam, Dua Pria Video Asusila di Purasari Leuwiliang Ditangkap di Jakarta Barat, Baru 2 Bulan Saling Kenal

 

Kerugian Ditaksir Rp50 Juta

Tidak ada korban meninggal maupun korban luka dalam kebakaran tersebut.

Namun kerusakan pada bangunan dan barang di dalam rumah menimbulkan kerugian materiil yang sementara ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta.

Api terutama berdampak pada bagian lantai dua. Dokumentasi setelah pemadaman memperlihatkan material bangunan menghitam akibat asap dan panas, sementara sejumlah bagian rumah mengalami kerusakan.

Baca Juga: KPM Penerima Bansos PKH dan BPNT Harus Daftar Ulang di Portal Perlinsos? Pahami Agar Bantuan Tidak Hilang

Tidak adanya korban jiwa menjadi catatan penting mengingat kebakaran terjadi pada waktu sangat pagi ketika penghuni rumah umumnya masih beristirahat.

 

Kebakaran Listrik Jadi Pengingat bagi Rumah Tinggal

Insiden Baranangsiang kembali mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi instalasi listrik rumah.

Terlebih titik awal kebakaran diduga berasal dari kamar—ruangan yang biasanya memiliki sejumlah peralatan listrik seperti lampu, pengisi daya, kipas, pendingin ruangan, televisi, maupun stopkontak tambahan.

Karena penyebab pastinya belum ditetapkan melalui pemeriksaan teknis, masyarakat tidak bisa menyimpulkan perangkat tertentu sebagai sumber api dalam kejadian ini.

Baca Juga: Dua Pria Pembuat Video 'A Day In My Life' di Bogor Dipastikan Bukan Seorang Pelajar

Namun pengecekan instalasi, menghindari penggunaan sambungan listrik yang berlebihan, serta memutus perangkat yang tidak digunakan merupakan langkah pencegahan dasar yang penting untuk mengurangi risiko kebakaran rumah.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor sendiri memiliki fungsi edukasi dan mitigasi kebakaran selain penanganan kejadian darurat.

 

Tiga Sektor Bergerak untuk Satu Kebakaran

Kebakaran Jalan Bulldozer juga menggambarkan pentingnya keberadaan jaringan pos pemadam di sejumlah wilayah Kota Bogor.

Personel dari Cibuluh, Yasmin, dan Sukasari dapat digerakkan bersama untuk menangani satu titik kejadian.

Dalam kasus ini, selisih sekitar 11 menit dari laporan masuk hingga tim tiba menjadi faktor penting untuk mencegah api berkembang lebih jauh ke seluruh bangunan atau bangunan lain di sekitarnya.

Baca Juga: Duh... Video Gay 'A Day In My Life' di Bogor Banyak Dicari Netizen

Api akhirnya dapat ditangani tanpa korban jiwa maupun luka.

Namun dari kamar di lantai dua yang diduga menjadi titik awal, kebakaran tersebut tetap menyisakan kerugian sekitar Rp50 juta dan menjadi pengingat bahwa gangguan listrik yang terlihat kecil dapat berkembang menjadi kebakaran besar dalam waktu singkat.