BOGOR, POJOKBOGOR.id – Kebakaran yang terjadi di kawasan Gang Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu (3/10/2026) pagi ternyata tidak hanya menghanguskan satu titik bangunan.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor mencatat sedikitnya dua rumah warga terdampak, dengan kerugian material sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Baca Juga: Diduga Korsleting Listrik, Kebakaran Hanguskan Dua Rumah Warga di Bogor Tengah
Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik yang berasal dari bagian atas rumah milik seorang warga bernama Surjana sebelum api merambat ke rumah di sebelahnya.
“Objek terbakar dua rumah, kerugian sekitar Rp500 juta. Sumber api atau penyebab karena korsleting listrik,” kata Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Kota Bogor M. Ade Nugraha, Sabtu (3/10/2026).
Kejadian tersebut kembali menyorot risiko kebakaran permukiman di Bogor Barat. Sebab, dokumen resmi pemerintah justru menempatkan kecamatan ini sebagai salah satu wilayah dengan kawasan rawan kebakaran cukup luas di Kota Bogor.
Laporan Masuk Hanya Tiga Menit Setelah Kebakaran
Api dilaporkan mulai muncul sekitar pukul 06.00 WIB.
Sekitar tiga menit kemudian, laporan kejadian sudah diterima petugas pemadam kebakaran.
Berdasarkan informasi awal di lokasi, api diduga muncul akibat gangguan kelistrikan dari bagian atas salah satu rumah.
“Kronologi berdasarkan informasi di lokasi, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik yang berasal dari bagian atas rumah milik Bapak Surjana,” ujar Ade Nugraha, Sabtu (3/10/2026).
Baca Juga: Bukan Cuma Memadamkan Api, Manggala Agni Bongkar Rahasia Tangani Kebakaran TPAS Galuga
Api kemudian menjalar ke bangunan rumah di sebelahnya.
Kondisi seperti ini menjadi berbahaya terutama pada lingkungan permukiman ketika jarak antarbangunan berdekatan dan api dapat berpindah melalui atap maupun material yang mudah terbakar.
Petugas melakukan pemadaman sekaligus lokalisasi agar kobaran tidak terus menyebar.
Api Padam dalam 15 Menit
Proses pemadaman berlangsung relatif cepat.
Damkar mencatat api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 15 menit, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan selama kurang lebih 30 menit.
“Situasi akhir aman terkendali, korban nihil. Lama pemadaman 15 menit dan pendinginan 30 menit,” kata Ade Nugraha, Sabtu (3/10/2026).
Kecepatan tersebut menjadi penting mengingat api sudah merambat dari satu rumah ke bangunan lain.
Baca Juga: Bogor Barat Kembali Dilanda Kebakaran, LeuwiMart Leuwiliang Hangus Dilalap Api
Jika penanganan terlambat, potensi perluasan kebakaran di lingkungan permukiman bisa semakin besar.
Bogor Barat Punya 64,99 Hektare Kawasan Rawan Kebakaran
Insiden di Menteng menjadi semakin relevan jika dibandingkan dengan peta risiko kebakaran Kota Bogor.
Dokumen Rencana Strategis Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor 2025–2026 yang mengacu pada revisi RTRW mencatat terdapat sekitar 252,89 hektare kawasan rawan kebakaran di seluruh Kota Bogor.
Dari luas tersebut, Bogor Barat memiliki sekitar 64,99 hektare kawasan rawan kebakaran.
Rinciannya:
Tanah Sareal: 68,26 hektare
Bogor Barat: 64,99 hektare
Bogor Tengah: 59,90 hektare
Bogor Selatan: 21,82 hektare
Bogor Utara: 19,26 hektare
Bogor Timur: 18,66 hektare
Baca Juga: Bupati Rudy Susmanto Targetkan Penanganan Kebakaran TPAS Galuga Selasai Sebelum 17 September
Artinya, berdasarkan peta tersebut, Bogor Barat memiliki kawasan rawan kebakaran terluas kedua setelah Tanah Sareal.
Angka itu tidak berarti seluruh wilayah Bogor Barat memiliki tingkat risiko yang sama, maupun bahwa kebakaran Menteng otomatis berkaitan dengan klasifikasi tersebut.
Namun data tersebut menggambarkan bahwa mitigasi kebakaran memang menjadi isu penting di wilayah barat Kota Bogor.
22 Kebakaran Terjadi di Bogor Barat dalam Setahun
Data Badan Pusat Statistik Kota Bogor yang bersumber dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan memperlihatkan persoalan tersebut bukan sekadar potensi di atas peta.
Sepanjang 2024 tercatat 111 kejadian pemadaman kebakaran di seluruh Kota Bogor.
Sebanyak 22 kejadian terjadi di Kecamatan Bogor Barat.
Jumlah itu merupakan angka tertinggi kedua bersama data wilayah lain setelah Bogor Selatan yang mencatat 24 kejadian pada tahun tersebut.
Baca Juga: Waspada Musim Kemarau, 10 Kebakaran Terjadi di Kabupaten Bogor dalam Sehari
Pada tahun sebelumnya, 2023, Bogor Barat bahkan mencatat 24 kejadian pemadaman kebakaran.
Dengan demikian, dalam dua tahun tersebut saja tercatat 46 kejadian pemadaman di Kecamatan Bogor Barat berdasarkan statistik resmi.
Korsleting Berulang Jadi Penyebab yang Perlu Diwaspadai
Dugaan korsleting pada kebakaran Menteng juga bukan pola baru.
Catatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor menyebut gangguan kelistrikan menjadi salah satu penyebab yang paling sering ditemukan dalam kejadian kebakaran rumah.
Kebakaran di Menteng sendiri pernah terjadi dua bulan sebelumnya.
Pada Rabu, 5 Agustus 2026, sebuah rumah di kawasan Menteng mengalami kebakaran dan lima unit pemadam diterjunkan ke lokasi. Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Baca Juga: Jenal Mutaqin Beberkan Dampak Kebakaran TPAS Galuga , Masih Dirasakan Warga dan Pengelolaan Sampah
Sementara pada 2022, kebakaran juga pernah menghanguskan tujuh rumah dinas di Kelurahan Menteng. Dugaan awal saat itu juga mengarah pada korsleting listrik sebelum api merambat ke bangunan lain.
Kejadian-kejadian itu memang tidak memiliki keterkaitan langsung satu sama lain.
Namun pola penyebab kelistrikan yang kembali muncul menunjukkan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik pada rumah tinggal, terutama instalasi lama, sambungan yang berlebihan, kabel rusak hingga penggunaan perangkat berdaya tinggi.
Akses Damkar Bogor Barat Juga Sedang Dibenahi
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah kecepatan petugas mencapai lokasi kebakaran.
Pada 2026, Pemerintah Kota Bogor merencanakan pemindahan Pos Pemadam Kebakaran Bogor Barat dari kawasan Yasmin menuju Curug.
Alasannya bukan semata karena kondisi pos lama terdampak bencana. Lokasi baru dianggap lebih strategis untuk melayani wilayah Bogor Barat sekaligus Tanah Sareal.
“Lokasi di Curug sangat strategis untuk mempercepat akses penanganan kebakaran maupun kedaruratan lainnya,” ujar anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Banu Lesmana Bagaskara, Kamis (29/1/2026).
Baca Juga: Api TPAS Galuga Berhasil Dipadamkan, Petugas Masih Siaga Antisipasi Kebakaran Kembali
Pemkot kemudian menyatakan pembangunan pos baru disiapkan pada lahan sekitar 2.000 meter persegi, jauh lebih luas dibandingkan fasilitas lama yang hanya sekitar 500–600 meter persegi.
“Tahun ini perencanaan sekaligus pembangunan di atas lahan 2.000 meter persegi, sedangkan yang sekarang hanya 500 sampai 600 meter persegi,” ujar Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Senin (20/4/2026).
Peningkatan jangkauan pos menjadi relevan karena dalam kebakaran, beberapa menit dapat menentukan apakah api hanya merusak satu bangunan atau menjalar ke sejumlah rumah.
Response Time Kota Bogor 10,75 Menit pada 2024
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Bogor Tahun 2024 mencatat waktu tanggap atau response time penanganan kebakaran berada di angka 10,75 menit.
Sementara pada kejadian Menteng Sabtu pagi, laporan diterima sekitar tiga menit setelah peristiwa mulai diketahui.
Api kemudian berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 15 menit setelah dilakukan penanganan.
Hal ini sekaligus memperlihatkan betapa pentingnya laporan warga dilakukan sedini mungkin.
Ketika api masih berada pada fase awal, peluang untuk mencegah perambatan ke bangunan di sekelilingnya menjadi lebih besar.
Baca Juga: Kebakaran TPAS Galuga: Pemkot Bogor Siapkan Dapur Umum, 250 Orang Jalani Pemeriksaan
Bukan Sekadar Memadamkan Api
Kebakaran di Menteng akhirnya menyisakan dua sisi.
Di satu sisi, respons petugas berhasil mencegah korban jiwa dan menghentikan api sebelum merambat lebih luas.
Namun di sisi lain, dua rumah sudah terdampak dengan kerugian diperkirakan mencapai setengah miliar rupiah.
Ditambah catatan 64,99 hektare kawasan rawan kebakaran di Bogor Barat dan 22 kejadian pemadaman dalam satu tahun, kasus Sabtu pagi menunjukkan bahwa kebakaran rumah tidak cukup ditangani setelah api muncul.
Baca Juga: Bupati Rudy Susmanto Kebut Pemadaman Kebakaran TPAS Galuga
Pencegahan perlu dimulai dari rumah.
Instalasi listrik lama perlu diperiksa, sambungan listrik bertumpuk perlu dihindari, kabel yang sudah rusak harus diganti, dan akses lingkungan perlu tetap dapat dilewati kendaraan pemadam.
Sebab ketika rumah berdiri berdekatan, korsleting di satu titik bisa berubah menjadi ancaman bagi bangunan di sebelahnya hanya dalam hitungan menit.


.webp)
