BOGOR.POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten Bogor mengalihkan sebagian besar anggaran pembebasan lahan untuk jalur tambang ke sejumlah program prioritas lain.
Nilai anggaran yang dialihkan mencapai sekitar Rp90 miliar dalam APBD Perubahan 2026.
Dana tersebut selanjutnya akan digunakan untuk membiayai kebutuhan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan jalan di Kabupaten Bogor.
Pengalihan dilakukan karena proses pembebasan lahan jalur tambang masih menunggu penetapan lokasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Di sisi lain, tahun anggaran 2026 hanya menyisakan waktu kurang dari tiga bulan.
Pemkab Bogor akhirnya memilih menggeser anggaran agar dana yang tersedia tetap dapat dimanfaatkan untuk program yang bisa direalisasikan dalam waktu dekat.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pemerintah daerah harus menyesuaikan prioritas karena proses pembebasan lahan belum dapat berjalan sesuai rencana.
"Pada saat tertahan cukup lama dan waktu tinggal tiga bulan lagi, maka kita akan prioritaskan beberapa program prioritas lainnya untuk kesehatan, untuk pendidikan," ujar Rudy Susmanto, Selasa (6/10/2026).
Rudy menjelaskan, sebelumnya Pemkab Bogor telah menyiapkan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk kebutuhan pembebasan lahan jalur tambang.
Namun setelah dilakukan penyesuaian dalam APBD Perubahan 2026, anggaran yang tetap dipertahankan hanya sekitar Rp10 miliar.
Sementara sekitar Rp90 miliar lainnya dialihkan untuk mendukung sejumlah sektor yang dinilai lebih memungkinkan direalisasikan sebelum tahun anggaran berakhir.
Meski anggaran tahun ini berkurang, Rudy menegaskan Pemkab Bogor tidak membatalkan rencana pembebasan lahan jalur tambang.
Program tersebut tetap akan dilanjutkan setelah penetapan lokasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat rampung.
Pemkab Bogor berencana kembali memenuhi kebutuhan anggaran pembebasan lahan melalui APBD 2027.
Besaran anggaran nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan yang muncul setelah proses penetapan lokasi selesai.
"Berapapun biaya yang dibutuhkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor mempersiapkan. Nanti sambil menunggu penetapan lokasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat," kata Rudy.
Dengan demikian, pengalihan anggaran Rp90 miliar pada 2026 bukan berarti proyek jalur tambang dihentikan.
Pemkab Bogor memilih mengoptimalkan sisa anggaran tahun ini untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan jalan, sambil menunggu proses administratif dari Pemprov Jawa Barat selesai. ***



