BOGOR POJOKBOGOR.id - PT Saraswanti Indo Genetech (SIG) terus memperkuat kapasitas layanan laboratorium pengujian melalui pembangunan SIG Tower setinggi 18 lantai di Kota Bogor.

Proyek tersebut memasuki tahap penting setelah seremoni topping off digelar pada Senin (12/10/2026), dengan progres pengerjaan struktur mencapai 97,5 persen.

Gedung laboratorium baru ini diproyeksikan menjadi salah satu penunjang pengembangan layanan pengujian produk di Indonesia, mulai dari sektor pangan, farmasi, kosmetik, hingga alat kesehatan.

SIG menargetkan pembangunan gedung dilanjutkan dengan peresmian dan soft opening pada Januari 2028. Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan industri terhadap layanan pengujian yang semakin beragam, baik di pasar nasional maupun internasional.

Seremoni topping off dihadiri Wali Kota Bogor Dedie Rachim, jajaran Pemerintah Kota Bogor, Dewan Komisaris dan Direksi PT SIG, tokoh masyarakat, serta kontraktor, konsultan, dan mitra kerja yang terlibat dalam pembangunan.

SIG Tower Jadi Langkah Ekspansi Layanan Laboratorium Deputy CEO Saraswanti Group, Yahya Taufik Alhabsyi, mengatakan pembangunan SIG Tower merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat kapasitas operasional dan meningkatkan kualitas layanan pengujian.

Saat ini, SIG telah memiliki dua gedung laboratorium di kawasan Jalan Rasamala, Taman Yasmin, Kota Bogor, masing-masing setinggi enam dan sebelas lantai.

Pembangunan gedung baru setinggi 18 lantai diharapkan memberikan ruang lebih luas bagi pengembangan fasilitas dan layanan laboratorium.

Sebagai laboratorium pengujian yang telah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) sejak 2003, SIG memiliki lebih dari 5.100 parameter dalam ruang lingkup pengujian terakreditasi.

Layanan perusahaan mencakup pengujian keamanan pangan, farmasi, kosmetik dan dermatologi, alat kesehatan, produk perikanan, serta pengujian DNA dan genomik untuk mendukung penjaminan produk halal.

Dengan kapasitas tersebut, SIG berupaya membantu pelaku industri memenuhi persyaratan mutu, keamanan, dan regulasi produk.

80 Persen Karyawan SIG Merupakan Warga Bogor

Selain pengembangan industri berbasis sains, keberadaan SIG turut memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

Perusahaan saat ini memiliki sekitar 500 karyawan. Menariknya, kurang lebih 80 persen di antaranya merupakan warga Bogor.

Sebagian karyawan juga berasal dari lulusan sekolah dan perguruan tinggi vokasi analis kimia di wilayah Bogor.

Hal ini memperlihatkan peluang keterhubungan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan tenaga kerja di sektor laboratorium pengujian.

Yahya menyampaikan bahwa kontribusi SIG tidak hanya berfokus pada layanan industri, tetapi juga mencakup dukungan terhadap masyarakat, termasuk program keamanan pangan dan kesehatan.

Perusahaan juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, instansi pemerintah, dan mitra internasional untuk memperluas manfaat layanan pengujian.

Dedie Rachim Soroti Dampak SIG Tower bagi Ekonomi Kota Bogor

Sementara, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan kehadiran SIG Tower juga menjadi bagian dari perkembangan sektor usaha dan penguatan ekosistem industri berbasis sains di Kota Bogor.

"Dukungan Pemerintah Kota Bogor terhadap pembangunan ini diharapkan dapat mendorong terciptanya sinergi antara dunia usaha dan pemerintah, sekaligus membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi daerah, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan kontribusi sektor laboratorium pengujian bagi masyarakat," kata Dedie.

Dengan kapasitas yang semakin berkembang, sambung Dedie, SIG diharapkan dapat terus menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing industri dan mendukung kualitas serta keamanan produk. Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, SIG Tower juga diharapkan menjadi bagian dari kontribusi SIG terhadap pertumbuhan ekonomi dan penguatan ekosistem ilmu pengetahuan serta inovasi di Kota Bogor.

"Dengan dukungan fasilitas yang semakin memadai, kehadiran SIG diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas layanan pengujian yang mendukung pemenuhan standar dan regulasi, sekaligus memperkuat daya saing industri Indonesia," harapnya.

Dalam laporan kemajuan proyek, pimpinan proyek SIG Tower Dwi Yulianto Laksono  menyampaikan bahwa hingga Oktober 2026, progres pengerjaan struktur gedung telah mencapai 97,5%. Sejak pelaksanaan groundbreaking pada 25 Juni 2025, pembangunan telah berlangsung sekitar 16 bulan dan berjalan sesuai jadwal yang direncanakan. Seluruh perizinan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) juga telah dipenuhi, disertai dukungan dari masyarakat sekitar, pemerintah setempat, dan instansi terkait.

"Setelah tahap topping off, pembangunan akan dilanjutkan dengan pekerjaan arsitektural dan fasad, mekanikal, elektrikal, dan perpipaan (Mechanical, Electrical, and Plumbing atau MEP), penyelesaian interior, serta penataan lanskap kawasan. SIG menargetkan penyelesaian proyek yang dilanjutkan dengan peresmian dan soft opening pada Januari 2028," terang Dwi.

Pencapaian topping off SIG Tower tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kota Bogor, masyarakat sekitar, tim proyek, kontraktor, konsultan, serta seluruh mitra kerja. SIG menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kepercayaan yang telah diberikan dalam mendukung pembangunan ini.

"Ke depan, SIG Laboratory akan terus melangkah melalui penguatan kapasitas, pengembangan kompetensi, dan kolaborasi strategis untuk mendukung mutu serta keamanan produk. Kehadiran SIG Tower menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan tersebut, sejalan dengan komitmen SIG untuk memberikan kontribusi berkelanjutan bagi industri, masyarakat, dan Indonesia," pungkas Dwi.