BOGOR.POJOKSATU.id - Rencana penataan perlintasan kereta Commuterline di kawasan Kebon Pedes atau Bondes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, mengalami perubahan konsep.
Sebelumnya, penataan perlintasan tersebut direncanakan menggunakan skema underpass. Namun, setelah dilakukan pembahasan teknis, konsep proyek kini diarahkan menjadi flyover atau jembatan layang.
Perubahan rencana tersebut dilakukan setelah adanya koordinasi teknis dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR.
Konsep flyover dinilai lebih memungkinkan untuk diterapkan karena mempertimbangkan efisiensi anggaran serta kondisi kontur tanah di kawasan Kebon Pedes.
Jika pembangunan tetap menggunakan skema underpass, proses konstruksi dinilai akan jauh lebih kompleks. Salah satu tantangannya adalah kebutuhan penggalian tanah dalam skala besar.
Selain itu, pembangunan underpass juga berpotensi membutuhkan lahan yang lebih luas.
Kondisi tersebut menjadi pertimbangan karena sebagian bidang tanah di sekitar lokasi proyek merupakan milik masyarakat.
Sebaliknya, pembangunan flyover dinilai dapat mengurangi kebutuhan pembebasan lahan warga dalam jumlah besar.
Konsep flyover yang direncanakan disebut akan mengadopsi pendekatan serupa dengan Flyover R.E. Martadinata di Kota Bogor.
Dengan konsep tersebut, jembatan layang dapat dibangun untuk memisahkan arus kendaraan dengan jalur kereta tanpa harus melakukan pembebasan lahan secara masif.
Penataan perlintasan Kebon Pedes diharapkan dapat membantu mengurangi persoalan lalu lintas yang selama ini terjadi ketika kereta Commuterline melintas dan palang pintu perlintasan ditutup.
Namun, proyek tersebut masih membutuhkan tahapan perencanaan dan persiapan sebelum masuk pembangunan fisik.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, pengerjaan fisik flyover Kebon Pedes ditargetkan mulai dilaksanakan pada 2027.
Perubahan dari underpass menjadi flyover juga akan menentukan desain teknis, kebutuhan anggaran, hingga pengaturan lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung.



