BOGOR.POJOKSATU.id - Kabar baik bagi masyarakat Kota Bogor. Proyek perbaikan jalan yang mengalami longsor di kawasan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, kini menunjukkan perkembangan signifikan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan progres penanganan longsor tersebut telah mencapai sekitar 70 persen dan ditargetkan selesai pada akhir Oktober 2026.

Saat ini, pekerjaan memasuki tahap penyelesaian struktur badan jalan setelah proses pembangunan pondasi dan dinding penahan tanah (DPT) berhasil diselesaikan.

Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Andi Nugroho, menjelaskan bahwa sebagian besar pekerjaan konstruksi utama telah rampung.

"Kalau dilihat dari progres sekitar 70 persen, sekarang tinggal pekerjaan timbunan dan badan jalan. Pondasi sudah selesai, begitu juga DPT," ujar Andi.

Menurutnya, pekerjaan yang tersisa saat ini difokuskan pada penimbunan dan penyelesaian badan jalan agar kembali dapat digunakan secara optimal.

Setelah proses penimbunan selesai, tahapan selanjutnya adalah pemasangan material agregat sebagai bagian dari konstruksi jalan.

Material tersebut diperlukan sebelum pekerjaan memasuki tahap akhir penyelesaian permukaan badan jalan.

Andi berharap seluruh proses pengerjaan yang tersisa dapat dipercepat sehingga target penyelesaian pada akhir Oktober 2026 bisa tercapai.

Perbaikan Longsor Kebon Pedes Telah Berlangsung Sejak Juni

Sebagai informasi, penanganan longsor di Jalan Kebon Pedes merupakan proyek yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Proyek perbaikan secara menyeluruh mulai dilaksanakan pada Juni 2026 setelah melalui tahapan perencanaan dan pengadaan.

Sebelumnya, kerusakan akibat longsor menyebabkan sebagian badan jalan tidak dapat digunakan secara normal sehingga aktivitas kendaraan di kawasan tersebut terganggu.

Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5,4 miliar untuk penanganan kerusakan, termasuk pembangunan kembali struktur penahan tanah.

Dengan progres pekerjaan yang telah menyentuh 70 persen, penyelesaian proyek tersebut diharapkan dapat mengembalikan fungsi jalan sekaligus meningkatkan keamanan pengguna kendaraan.

Meski demikian, masyarakat masih perlu menunggu penyelesaian seluruh tahapan konstruksi sebelum jalan dinyatakan siap digunakan secara normal.