BOGOR, POJOKBOGOR.id , Kalau dilihat sekilas, pembangunan jalan beton di Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor ini mungkin terlihat seperti proyek infrastruktur desa pada umumnya. Namun di balik jalan sepanjang 360 meter tersebut, ada aktivitas ekonomi petani ikan yang bergantung pada kelancaran akses setiap hari.

Di satu sisi jalan mengalir Sungai Cibeteng.

Sementara di sisi lainnya terbentang kawasan kolam ikan sekitar 40 hektare yang menjadi ruang produksi dan mata pencaharian masyarakat setempat.

Karena itu, jalan ini bukan hanya jalur warga untuk keluar-masuk permukiman.

Akses tersebut juga menjadi jalur petani membawa pakan menuju kolam, mengangkut hasil budidaya, hingga mendistribusikan ikan menuju pasar.

Kini akses tersebut diperkuat melalui Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi Pembangunan Perdesaan Kabupaten Bogor Tahun 2026.

Jalan dibangun sepanjang 360 meter, lebar 2,5 meter, dan ketebalan beton 15 sentimeter.

Jalur tersebut sekaligus menghubungkan kawasan Desa Babakan menuju wilayah desa tetangga.

Dari Jalan Banjir Jadi Akses Produksi

Sebelum pembangunan jalan dilakukan, kawasan tersebut juga menghadapi persoalan banjir.

Posisi jalan yang berada berdekatan dengan Sungai Cibeteng membuat kondisi aliran sungai memiliki pengaruh langsung terhadap aktivitas warga maupun petani.

Normalisasi Sungai Cibeteng kemudian dilakukan dengan memperdalam dan memperlebar aliran.

Setelah penanganan sungai, pembangunan berlanjut pada akses darat.

Urutannya menjadi menarik: sungai ditangani untuk mengurangi persoalan air, lalu jalan diperkuat agar aktivitas masyarakat dan sektor perikanan memiliki akses yang lebih baik.

Bagi petani, perubahan tersebut jauh lebih konkret dibanding sekadar perubahan visual jalan.

Jalan yang lebih layak membuat kendaraan pengangkut pakan maupun ikan lebih mudah keluar-masuk kawasan kolam, terutama saat produksi sedang tinggi.

Babakan Memang Punya Jejak Panjang Perikanan

Desa Babakan bukan wilayah yang baru mengenal budidaya ikan.

Data profil desa Pemerintah Kabupaten Bogor mencatat Babakan merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Ciseeng.

Sementara data sektor perikanan Kabupaten Bogor sejak beberapa tahun sebelumnya juga mencatat sejumlah kelompok pembudidaya ikan berada di Babakan.

Di antaranya Cibinong Mandiri, Jumbo Lestari, Kabayan Lestari, Keluarga Mandiri hingga Mina Gabus Poncol Sejahtera, dengan aktivitas mulai pembenihan hingga pembesaran lele, ikan hias dan gabus.

Artinya, pembangunan jalan yang melewati kawasan kolam ikan bukan hanya berdampak pada mobilitas permukiman.

Ada aktivitas ekonomi produktif yang ikut bergantung pada kualitas infrastrukturnya.

Pemkab Bogor Ingin Kolam di Babakan Tetap Produktif

Menariknya, perhatian terhadap kawasan perikanan Babakan tidak hanya datang melalui pembangunan jalan.

Pada akhir 2025, Pemerintah Kabupaten Bogor juga secara khusus menyoroti perlunya mempertahankan kawasan perikanan produktif di Babakan dan Ciseeng.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan agar lahan kolam tidak mudah beralih fungsi.

“Kolam harus tetap jadi kolam. Tidak boleh berubah menjadi perumahan,” kata Rudy Susmanto, Minggu, 30 November 2025.

Pemkab Bogor ketika itu juga mendorong normalisasi saluran air serta dukungan alat berat agar kawasan perikanan bisa terus dipertahankan sebagai ruang produksi pangan.

Rudy menegaskan sektor perikanan menjadi salah satu potensi daerah yang perlu dijaga.

“Salah satu kontribusi yang bisa diberikan dari Kabupaten Bogor adalah kita harus mampu swasembada ikan dan swasembada pangan,” ujar Rudy, Minggu, 30 November 2025.

Bankeu 2026 Memang Diprioritaskan untuk Infrastruktur Desa

Pembangunan jalan di Babakan juga berada dalam kerangka lebih besar program Bankeu Akselerasi Pembangunan Perdesaan.

Saat menyusun arah kebijakan program tersebut, Pemkab Bogor menempatkan pembangunan infrastruktur desa sebagai prioritas utama.

Bupati Rudy Susmanto menilai percepatan pembangunan Kabupaten Bogor tidak dapat dilepaskan dari pemerintahan dan kebutuhan di tingkat desa.

“Kalau kita ingin percepatan pembangunan, maka kuncinya ada pada pemerintah desa, RT, RW, dan para kepala desa,” kata Rudy, Jumat, 3 Oktober 2025.

Pemkab Bogor kemudian merancang peningkatan plafon Bankeu desa hingga Rp1,5 miliar per desa per tahun, dengan komposisi program infrastruktur dan non-infrastruktur sesuai kebutuhan wilayah.

Jalan Kecil, Dampaknya Masuk ke Rantai Ekonomi

Bagi orang yang sekadar melintas, jalan sepanjang 360 meter mungkin tidak terlihat seperti proyek besar.

Namun bagi kawasan perikanan, akses jalan merupakan bagian dari rantai produksi.

Ikan yang dipanen harus segera diangkut. Pakan harus masuk menuju kolam. Kendaraan pedagang dan pembeli perlu mencapai lokasi.

Semakin buruk akses, semakin tinggi pula hambatan distribusi yang harus ditanggung petani.

Karena itu, manfaat jalan tidak berhenti pada permukaan beton.

Ia menyentuh persoalan waktu tempuh, biaya angkut, kemudahan distribusi hingga kenyamanan warga bekerja sehari-hari.

Di Desa Babakan, pembangunan desa akhirnya menunjukkan bentuk yang sangat sederhana tetapi langsung terasa: jalan kecil di antara sungai dan puluhan hektare kolam ikan yang menjaga roda ekonomi tetap bergerak.