BOGOR.POJOKSATU.id - Kondisi Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, kembali menjadi sorotan. Sejumlah titik di ruas jalan tersebut dipenuhi aspal bergelombang yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
Pantauan di lokasi menunjukkan permukaan jalan yang tidak rata mulai terasa dari kawasan depan Mie Gacoan. Kondisi tersebut diduga terjadi akibat penambalan jalan yang belum optimal sehingga menghasilkan gelombang pada permukaan aspal.
Pengendara yang melintas harus mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan agar tidak kehilangan kendali saat melewati ruas jalan tersebut.
Selain permukaan jalan yang bergelombang, banyak sambungan aspal di sepanjang Jalan Sholeh Iskandar yang juga belum tertangani dengan baik.
Akibatnya, kendaraan, terutama sepeda motor, kerap mengalami guncangan saat melintas.
Tidak sedikit pengendara mengaku stang motornya mendadak oleng ketika melewati bagian jalan yang tidak rata.
Kondisi seperti ini berpotensi memicu kecelakaan, terutama saat arus lalu lintas padat atau ketika pengendara melaju dengan kecepatan tinggi.
Aspal bergelombang di Jalan Sholeh Iskandar diduga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Selain gelombang aspal, masih ditemukan beberapa titik jalan berlubang yang belum diperbaiki secara maksimal.
Penambalan yang tidak rata justru membuat permukaan jalan menjadi lebih bergelombang dan membahayakan pengguna jalan.
Terlebih, Jalan Sholeh Iskandar merupakan salah satu jalur utama di Kota Bogor dengan volume kendaraan yang sangat tinggi setiap harinya.
Melihat kondisi tersebut, pengendara diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintasi Jalan Sholeh Iskandar.
Kurangi kecepatan, jaga jarak aman dengan kendaraan lain, dan hindari manuver mendadak ketika melewati ruas jalan yang bergelombang.
Perbaikan jalan secara menyeluruh diharapkan dapat segera dilakukan agar kondisi jalan kembali rata dan aman dilalui.
Dengan penanganan yang tepat, risiko kecelakaan di salah satu jalur tersibuk di Kota Bogor ini diharapkan dapat diminimalkan, sehingga keselamatan pengguna jalan lebih terjamin. ***



