BOJONGGEDE, POJOKBOGOR.id - Kawasan Jalan Raya Suryakancana Bojonggede-Kemang atau Bomang, Kabupaten Bogor, mulai menunjukkan wajah baru.

Bukan hanya menjadi koridor pembangunan jalan, kawasan ini juga perlahan dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif untuk memperkuat ketahanan pangan.

Aktivitas terbaru berlangsung pada Minggu, 11 Oktober 2026. Satgas Pengawal Indonesia Emas Han Pangan Korem 061/Suryakancana bersama kelompok tani dan tim pendukung kembali melakukan perawatan hingga pengembangan lahan pertanian.

Kegiatan yang dilakukan mulai dari pengecekan dan perawatan lahan, penebaran dolomit, pemasangan mulsa, perataan tanah hingga persiapan penanaman jagung.

Produktivitas kawasan tersebut juga mulai terlihat. Kangkung dan tomat dipanen dari area pertanian Bomang, bersamaan dengan pembangunan sejumlah fasilitas pendukung.

Lahan Tidur Disulap Jadi Kawasan Produktif

Pengembangan pertanian di Bomang memiliki cerita yang cukup menarik.

Sebelum dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian, sejumlah titik di sepanjang koridor tersebut sebelumnya berupa semak dan bahkan sempat menjadi lokasi pembuangan sampah.

Pemerintah Kabupaten Bogor kemudian membersihkan kawasan tersebut dan melibatkan masyarakat melalui kelompok tani untuk mengembangkan lahan menjadi lebih produktif.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan lahan yang belum digunakan untuk fungsi jalan tidak ingin dibiarkan menjadi lahan tidur.

“Daripada menjadi lahan tidur, lalu beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab membuang sampah di tempat tersebut, pemerintah juga melakukan pembersihan berulang-ulang. Hari ini kita lakukan kolaborasi dengan masyarakat sekitar membentuk kelompok tani,” kata Rudy Susmanto pada Jumat, 25 September 2026.

Koridor Sekitar 8 Kilometer Dioptimalkan

Skala pengembangan pertanian di kawasan Bomang juga tidak kecil.

Pemkab Bogor menargetkan pemanfaatan koridor sepanjang sekitar delapan kilometer melalui konsep integrated farming atau pertanian terpadu.

“Delapan kilometer panjang jalan ini kita optimalkan untuk integrated farming. Kemarin baru kita lakukan uji coba. Sekarang hujan mulai turun, air mulai mengalir, kita optimalisasi kembali,” ujar Rudy Susmanto pada Jumat, 25 September 2026.

Konsep tersebut membuat kawasan Bomang tidak hanya diarahkan untuk pertanian tanaman pangan.

Pengembangannya juga melibatkan berbagai perangkat daerah dengan fungsi berbeda, mulai dari pertanian, perikanan, lingkungan hingga pengembangan kawasan lainnya.

Kawasan Bomang Dibagi Sekitar 20 Area

Penataan kawasan Bomang dibagi menjadi sekitar 20 area dengan fungsi dan karakteristik yang berbeda.

Area pertama dimulai dari kawasan lampu merah Jampang dan berlanjut hingga Area 20 di kawasan setelah rel.

Namun tidak seluruh area akan digunakan sebagai lahan pertanian. Area 20, misalnya, direncanakan menjadi bagian dari kawasan hutan kota karena lokasinya yang berdekatan dengan area tersebut.

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan menjadi salah satu perangkat daerah yang mendapat porsi cukup besar untuk pengembangan sektor pertanian.

Sementara Dinas Perikanan telah menyiapkan fasilitas bioflok. Area untuk lingkungan, olahraga hingga pengembangan ekowisata juga mulai ditata secara bertahap.

Sudah Mulai Panen

Perubahan kawasan tersebut mulai memberikan hasil.

Pada kegiatan perawatan Selasa, 6 Oktober 2026, panen kangkung sudah dilakukan di Area 12, 13 dan 14.

Di sisi lain, penebaran dolomit dan pemasangan mulsa dilakukan di Area 16. Alat berat juga digunakan untuk mempersiapkan area lainnya agar dapat dimanfaatkan untuk budidaya pertanian.

Mayor Inf Eka P mengatakan pengembangan kawasan tidak berhenti pada tahap membuka lahan, tetapi harus dilanjutkan dengan perawatan secara konsisten.

“Kami terus melakukan pengecekan, pembagian tugas dan perawatan di masing-masing area. Semua unsur bergerak bersama agar lahan ini dapat dikelola dengan baik dan memberikan hasil yang optimal,” ujar Mayor Inf Eka P pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Pada Minggu, 11 Oktober 2026, aktivitas kembali dilanjutkan. Selain panen kangkung dan tomat, tim mulai menyiapkan lahan untuk penanaman jagung.

Bomang Bukan Cuma Soal Jalan

Pengembangan lahan pangan berjalan bersamaan dengan pembangunan Jalan Bojonggede-Kemang.

Pemkab Bogor menargetkan penyelesaian dua lajur Jalan Bomang pada 2026, sedangkan pembangunan flyover direncanakan dilanjutkan pada 2027.

Dengan konsep tersebut, kawasan Bomang diarahkan tidak hanya memberikan manfaat berupa konektivitas.

Pemanfaatan lahan di sekitar koridor juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi kepada kelompok tani dan masyarakat sekitar.

Dari kawasan yang sebelumnya terdapat semak dan tumpukan sampah, Bomang perlahan berubah menjadi koridor yang menggabungkan pembangunan infrastruktur, pertanian, lingkungan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Panen kangkung dan tomat serta persiapan penanaman jagung menjadi bagian dari proses panjang menjadikan kawasan tersebut lebih produktif sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan Kabupaten Bogor.