BOGOR, POJOKBOGOR.id - Aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Pakuan (UNPAK) di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor, Selasa (20/10/2026), diwarnai pembakaran ban serta sejumlah spanduk berisi kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Berdasarkan dokumentasi yang beredar di media sosial, massa menyampaikan aspirasi melalui tulisan pada spanduk, seruan demonstrasi, hingga aksi simbolis yang menghasilkan kepulan asap hitam di sekitar lokasi.

Sejumlah spanduk yang dibentangkan mahasiswa memuat tulisan “Pray for Indonesia”, “No Justice No Peace”, hingga “Gulingkan Prabowo-Gibran”.

Selain itu, terdapat pula spanduk bertuliskan “Negara Gagal Memberikan Udara Segar” yang menjadi salah satu pesan menonjol dalam demonstrasi tersebut.

Aksi berlangsung bertepatan dengan dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dimulai pada 20 Oktober 2024.

Pembakaran Ban Diiringi Kritik Karhutla

Dalam video yang beredar, terlihat asap hitam membubung dari pembakaran ban yang dilakukan di kawasan Tugu Kujang.

Pembakaran tersebut disertai seruan yang menyinggung persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

“Hirup asapnya!” teriak massa dalam aksi tersebut, sebagaimana disebutkan dalam keterangan video yang diunggah pada Selasa (20/10/2026).

Seruan itu menjadi bagian dari kritik mahasiswa terhadap persoalan pencemaran udara akibat kebakaran hutan dan lahan.

Kepulan asap dari ban yang dibakar menjadi salah satu pemandangan mencolok selama demonstrasi berlangsung.

Aksi Juga Diwarnai Penyalaan Flare

Selain membakar ban, aksi mahasiswa UNPAK juga dilaporkan diwarnai penyalaan flare atau suar.

Berdasarkan keterangan unggahan yang beredar, suar disebut dinyalakan ke arah petugas kepolisian yang berada di sekitar lokasi demonstrasi.

Dalam aksi tersebut, massa juga dilaporkan meneriakkan kalimat “F*ck the Police”.

Meski demikian, informasi mengenai arah penyalaan suar, jaraknya dari petugas, serta ada atau tidaknya dampak terhadap personel kepolisian belum dapat dikonfirmasi secara independen.

Belum diperoleh pula keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai situasi pengamanan maupun kemungkinan adanya tindakan lanjutan setelah demonstrasi tersebut.

Kritik Pemerintah Lewat Berbagai Spanduk

Selain aksi pembakaran ban, mahasiswa menyampaikan sejumlah pesan kritik melalui spanduk yang dibawa ke lokasi.

Tulisan “No Justice No Peace” menjadi salah satu bentuk ekspresi mengenai isu keadilan.

Sementara itu, tulisan “Gulingkan Prabowo-Gibran” secara langsung menyuarakan penolakan terhadap kepemimpinan nasional.

Adapun spanduk “Negara Gagal Memberikan Udara Segar” berkaitan dengan kritik terhadap persoalan lingkungan yang turut disuarakan dalam demonstrasi.

Berbagai tulisan tersebut memperlihatkan sejumlah isu yang menjadi perhatian massa aksi, mulai dari kepemimpinan pemerintah hingga kondisi lingkungan.

Namun, rincian tuntutan resmi mahasiswa UNPAK belum dapat dipastikan karena belum diperoleh pernyataan langsung dari koordinator aksi.

Bertepatan dengan Aksi Mahasiswa di Sejumlah Daerah

Aksi di Kota Bogor berlangsung pada hari yang sama dengan demonstrasi sejumlah kelompok mahasiswa dan masyarakat sipil di Jakarta yang menyoroti dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Dalam demonstrasi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, mahasiswa turut menyampaikan kritik terhadap persoalan karhutla, kebijakan ekonomi, ruang kebebasan sipil, korupsi dan biaya pendidikan.

Meski berlangsung pada tanggal yang sama dan mengangkat sebagian isu serupa, belum terdapat informasi yang memastikan bahwa aksi mahasiswa UNPAK di Tugu Kujang merupakan bagian dari koordinasi organisasi yang sama dengan demonstrasi di Jakarta.

Sementara itu, dokumentasi aksi di Tugu Kujang memperlihatkan massa mahasiswa tetap menyampaikan kritik melalui sejumlah simbol dan seruan di ruang publik.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi mengenai jumlah peserta, keseluruhan tuntutan, maupun hasil akhir aksi mahasiswa UNPAK tersebut.