BOGOR, POJOKBOGOR.id - Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menyuarakan kritik. Di Kota Bogor, aksi demonstrasi digelar di kawasan Tugu Kujang, Selasa (20/10/2026), dengan membawa sejumlah tuntutan terkait kebijakan pemerintah dan persoalan nasional.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan penolakan terhadap kepemimpinan Prabowo dan Gibran. Mereka juga menutup jalan, membakar ban, serta membentangkan spanduk bertuliskan “Pray for Indonesia - Justice No Peace” dan “Tolak Prabowo-Gibran”.
Presiden Mahasiswa Universitas Pakuan (Unpak), Galuh, mengatakan demonstrasi tersebut merupakan bentuk evaluasi terhadap dua tahun perjalanan pemerintahan Prabowo dan Gibran.
Menurutnya, berbagai persoalan yang dinilai belum terselesaikan menjadi alasan bagi mahasiswa untuk mempertanyakan arah kebijakan pemerintah serta dampaknya terhadap masyarakat.
Mahasiswa pun mendesak pemerintah agar tidak hanya berfokus pada pencapaian program, tetapi juga bertanggung jawab atas berbagai persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah nasional.
“Dua tahun kepemimpinan ini harus menjadi momentum evaluasi terhadap arah kebijakan pemerintah dan dampaknya bagi masyarakat,” demikian sikap yang disampaikan dalam aksi tersebut.
Mahasiswa Soroti Karhutla dan Pendidikan
Tak hanya mengkritik kepemimpinan nasional, massa aksi turut menyampaikan sejumlah tuntutan yang mencakup sektor lingkungan, pendidikan, investasi, hingga pengelolaan keuangan negara.
Di bidang lingkungan, demonstran mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional. Tuntutan tersebut menjadi sorotan dalam aksi yang menekankan perlunya penanganan serius terhadap persoalan lingkungan.
Sementara di sektor pendidikan, mahasiswa meminta pemerintah menjamin pemenuhan hak pendidikan bagi seluruh warga negara. Mereka menilai akses pendidikan harus menjadi prioritas agar masyarakat memiliki kesempatan yang setara untuk memperoleh pendidikan.
Tuntutan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar kebijakan pemerintah lebih memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat.
Desak Investasi Berpihak kepada Rakyat
Persoalan investasi juga masuk dalam daftar tuntutan demonstran. Mahasiswa mendorong agar kebijakan investasi tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Massa berharap investasi mampu membuka kesempatan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk mahasiswa dan aktivis.
Selain itu, demonstran mendesak pemerintah mengevaluasi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Mereka menilai alokasi anggaran negara perlu ditinjau agar penggunaannya tepat sasaran dan manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas.
Evaluasi APBN menjadi salah satu poin penting dalam aksi tersebut, seiring tuntutan agar kebijakan fiskal benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Tugu Kujang Jadi Panggung Kritik Pemerintah
Aksi demonstrasi di kawasan Tugu Kujang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik terhadap perjalanan dua tahun pemerintahan Prabowo dan Gibran.
Melalui berbagai tuntutan tersebut, massa berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan yang telah berjalan, mulai dari penanganan masalah lingkungan hingga prioritas belanja negara.
Mahasiswa juga menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas kebijakan yang dinilai belum menjawab berbagai persoalan publik.
Momentum dua tahun pemerintahan ini pun dimanfaatkan demonstran untuk mengingatkan bahwa keberhasilan pemerintah tidak hanya diukur dari program yang dijalankan, tetapi juga dari dampak kebijakan terhadap kehidupan masyarakat.



