BOGOR, POJOKBOGOR.id - Kebakaran hebat menghanguskan sebuah lapak rongsokan di Kampung Karet, Jalan Setapak, RT 01/RW 01, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Selasa (20/10/2026) dini hari. Insiden tersebut diduga dipicu pembakaran sampah dan kabel hingga menyebabkan kerugian material mencapai sekitar Rp300 juta.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengungkapkan api pertama kali diketahui oleh seorang pekerja yang melihat kobaran api membesar di area lapak. Menyadari kondisi tersebut, pekerja langsung menghubungi petugas Damkar Sektor Parung untuk meminta bantuan.

Dugaan sementara, kebakaran bermula dari aktivitas pembakaran sampah dan kabel di sekitar lokasi usaha. Api kemudian merambat ke tumpukan plastik serta material rongsokan lain yang mudah terbakar hingga kobaran semakin membesar.

“Sudah dipadamkan dan untuk sumbernya (penyebab kebakaran) karena adanya pembakaran sampah,” ujar Yudi.

Petugas Damkar Sektor Parung menerima laporan kejadian sekitar pukul 05.05 WIB. Mengingat besarnya kobaran api dan banyaknya material yang terbakar, bantuan armada serta personel tambahan segera dikerahkan dari Mako Cibinong, Sektor Citeureup, dan Sektor Babakan Madang.

Penanganan kebakaran turut melibatkan personel PLN, Polsek Tajurhalang, Koramil Parung, pihak Kecamatan Tajurhalang, serta Satpol PP.

Api Baru Padam Pukul 13.30 WIB

Banyaknya tumpukan plastik, kabel bekas, dan barang rongsokan membuat proses pemadaman tidak mudah. Petugas harus memastikan api benar-benar padam hingga ke bagian dalam tumpukan material untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Proses pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan dan berlangsung hampir delapan jam. Api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 13.30 WIB.

Setelah operasi selesai, petugas memastikan tidak ada lagi titik api aktif di lokasi kejadian.

Meski kebakaran menghanguskan barang-barang di lapak rongsokan tersebut, Yudi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden ini. Sementara itu, pemilik usaha diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp300 juta.

Pembakaran Sampah Berisiko Picu Kebakaran Besar

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, terutama di sekitar tempat penyimpanan barang bekas, plastik, kabel, maupun material lain yang mudah terbakar.

Api yang berasal dari pembakaran terbuka dapat dengan cepat merambat ketika menyambar tumpukan material kering dan mudah terbakar. Selain mengancam keselamatan, kejadian semacam ini juga berpotensi menyebabkan kerugian ekonomi dalam jumlah besar.

Masyarakat diimbau lebih berhati-hati dalam mengelola sampah dan menghindari aktivitas pembakaran di dekat bangunan atau area penyimpanan barang mudah terbakar guna mencegah kebakaran serupa terulang.