BOGOR, POJOKBOGOR.id - Pemerintah Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, terus mengembangkan jalan alternatif di kawasan Puncak. Pelebaran dan perbaikan jalan sepanjang dua kilometer ditargetkan rampung pada 2026 untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat dan mendukung konektivitas antarwilayah.
Kepala Desa Tugu Utara, Asep Makmun Nawawi, mengatakan pembangunan jalan alternatif tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan Puncak.
Proyek ini mencakup pelebaran jalan pada kedua sisi, masing-masing tiga meter di bagian kanan dan kiri. Keberadaan jalur tersebut diharapkan dapat menjadi akses penghubung antarkawasan di Kabupaten Bogor.
“Pelebaran jalan ini dilakukan di kedua sisi, masing-masing tiga meter di sisi kanan dan kiri sehingga dapat mendukung akses penghubung antarkawasan,” ujar Asep, Selasa (20/10/2026).
Selain meningkatkan kenyamanan perjalanan, jalan alternatif ini berpotensi menjadi pilihan bagi pengendara sepeda motor dan pesepeda. Jalur tersebut juga diharapkan membantu mobilitas pengguna jalan ketika terjadi kemacetan atau saat penerapan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) di kawasan Puncak.
Jalan Alternatif Puncak Dukung Akses Wisata
Jalur alternatif ini mengikuti aliran Sungai Ciliwung, dimulai dari titik Mangsa di sekitar gerbang Atta’awun. Lokasinya yang berdekatan dengan sejumlah destinasi wisata desa dinilai berpotensi memperluas akses wisatawan ke berbagai objek wisata di kawasan tersebut.
Pembangunan jalan juga diharapkan membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Warga dapat memanfaatkan peluang usaha dengan membuka tempat berjualan atau mengembangkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Produk lokal tersebut berpeluang dipasarkan di Rest Area Gunung Mas maupun sejumlah destinasi wisata alam di kawasan Puncak.
Dengan akses yang lebih baik, aktivitas perdagangan dan kunjungan wisata diharapkan meningkat sehingga manfaat pembangunan infrastruktur dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Target Konektivitas hingga Sentul dan Summarecon
Dalam rencana jangka panjang, jalan alternatif tersebut akan dikembangkan secara bertahap untuk menghubungkan kawasan Cisarua, Cibeureum, dan Hankam hingga menuju Sentul dan Summarecon.
Rencana ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas wilayah di Kabupaten Bogor, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat dan wisatawan.
Asep menjelaskan, penyelesaian pelebaran jalan sepanjang dua kilometer pada 2026 akan dilakukan secara bertahap melalui program bantuan keuangan akselerasi 2026.
“Jadi, inisiasi Pemerintah Desa Tugu Utara menargetkan pelebaran jalur alternatif sepanjang dua kilometer itu dapat rampung pada 2026, yang diintegrasikan melalui program bantuan keuangan akselerasi 2026 secara bertahap,” kata Asep.
Sejumlah pekerjaan telah dilakukan untuk mendukung proyek tersebut, termasuk pelebaran jembatan di ruas Ciliwung. Pekerjaan kemudian berlanjut ke kawasan Cisuren, yang menurut pemerintah desa telah selesai dan memasuki tahap pengaspalan serta pembuatan marka jalan.
Pemerintah Desa Tugu Utara berharap pembangunan ini dapat meningkatkan kelancaran perjalanan, memperluas akses menuju destinasi wisata, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Jika rencana pengembangan jangka panjang terealisasi, jalan alternatif tersebut berpotensi menjadi jalur penghubung strategis antara kawasan Puncak, Sentul, hingga Summarecon.



