SUKAMAKMUR, POJOKBOGOR.id - Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut Jalan Citeureup-Sukamakmur berpotensi menjadi salah satu jalur alternatif menuju kawasan wisata Puncak melalui wilayah timur Kabupaten Bogor.
Namun, meskipun penanganan jalan sepanjang kurang lebih 20 kilometer telah dilaksanakan hingga 2026, masih terdapat beberapa titik yang membutuhkan pekerjaan lanjutan.
Di antaranya ruas yang terdampak longsor serta satu jembatan sementara yang direncanakan diganti dengan konstruksi permanen pada 2027.
Hal tersebut disampaikan Rudy saat meninjau Jalan Citeureup-Sukamakmur, Selasa (20/10/2026).
Jalur Alternatif Menuju Cianjur
Rudy menjelaskan, ruas Citeureup-Sukamakmur merupakan bagian dari pengembangan konektivitas Poros Tengah Timur atau kawasan yang dikenal sebagai Puncak 2.
Jalur ini dapat menjadi pilihan perjalanan menuju kawasan Puncak dan Kabupaten Cianjur tanpa harus seluruhnya bertumpu pada akses utama melalui Gadog.
Menurutnya, jaringan jalan tersebut telah dikembangkan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah provinsi serta dukungan pihak swasta pada sejumlah ruas.
“Jalur ini menghubungkan antara Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur,” ujar Rudy Susmanto, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, pengguna jalan dari kawasan Citeureup dapat melanjutkan perjalanan melalui Sukamakmur menuju wilayah Cipanas, Cianjur.
Rudy berharap keberadaan alternatif tersebut dapat memberikan pilihan akses bagi masyarakat maupun wisatawan yang hendak menuju kawasan Puncak.
Meski demikian, keberadaan jalur alternatif belum otomatis menjamin berkurangnya kemacetan di jalur utama. Pemanfaatannya tetap bergantung pada kondisi jaringan jalan penghubung, kapasitas ruas, serta kelayakan infrastruktur sepanjang perjalanan.
Titik Longsor Masih Membutuhkan Penanganan
Dalam peninjauan tersebut, Rudy mengakui masih terdapat sejumlah bagian jalan yang belum tertangani secara menyeluruh.
Salah satu persoalan berada pada lokasi yang sebelumnya mengalami longsor.
Menurut Rudy, Pemkab Bogor telah berkoordinasi dengan pihak pengembang perumahan untuk menyelesaikan penanganan pada bagian tersebut.
Berdasarkan pembagian pekerjaan yang disampaikan, pengembang akan menangani bagian konstruksi penahan tanah, sementara Pemkab Bogor menyiapkan penanganan betonisasi jalan.
Rudy menegaskan seluruh bagian yang masih memerlukan pekerjaan akan ditangani secara bertahap.
“Jadi kita akan tuntaskan semuanya, sehingga jalan dari Citeureup sudah bagus, dari Sukamakmur sudah bagus, di tengah ada beberapa ruas yang harus diintervensi bersama-sama,” ujar Rudy Susmanto, Selasa (20/10/2026).
Penanganan pada titik longsor diperlukan agar kualitas jalan yang telah dibangun tidak terganggu oleh kondisi lereng maupun badan jalan yang belum stabil.
Jembatan Sementara Direncanakan Diganti pada 2027
Selain titik longsor, Rudy juga menyoroti keberadaan satu jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana.
Jembatan tersebut sempat terputus sehingga pemerintah memasang jembatan sementara untuk menjaga akses masyarakat.
Namun, lebar jembatan sementara dinilai masih terbatas.
Karena itu, Pemkab Bogor merencanakan penggantian menggunakan konstruksi permanen pada 2027.
“Di tahun depan juga harus ada satu jembatan yang diganti,” ujar Rudy Susmanto, Selasa (20/10/2026).
Rudy berharap rencana tersebut dapat direalisasikan agar akses di sepanjang koridor Citeureup-Sukamakmur semakin baik.
Meski demikian, lokasi detail jembatan, kebutuhan anggaran dan jadwal pelaksanaan pekerjaan permanen belum dijelaskan dalam wawancara tersebut.
Pekerjaan IJD Sudah Selesai
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat menyatakan pekerjaan preservasi peningkatan Jalan Citeureup-Sukamakmur melalui program Inpres Jalan Daerah telah rampung.
Dalam keterangan Rabu (14/10/2026), BBPJN menyebut penanganan sepanjang 15,19 kilometer telah mencapai progres 100 persen.
Pekerjaan dilakukan menggunakan kombinasi aspal dan beton dengan penyesuaian terhadap kebutuhan teknis pada setiap segmen.
Sementara itu, Rudy menyebut terdapat sekitar 5 kilometer jalan yang ditangani menggunakan APBD Kabupaten Bogor.
Dengan demikian, total panjang penanganan jalan yang disampaikan Rudy mencapai kurang lebih 20 kilometer.
Pekerjaan tambahan pada titik longsor dan rencana penggantian jembatan merupakan kebutuhan lanjutan di luar penyelesaian lingkup pekerjaan IJD yang telah diumumkan tersebut.
Pemkab Targetkan Konektivitas Semakin Baik
Rudy berharap pembangunan jalan dari Citeureup menuju Sukamakmur dapat mendukung mobilitas warga sekaligus memperkuat keterhubungan Kabupaten Bogor dengan Cianjur.
Akses tersebut juga dinilai memiliki potensi mendukung pergerakan masyarakat menuju kawasan wisata dan aktivitas ekonomi di Bogor Timur.
Namun, masih adanya titik longsor dan jembatan sementara menunjukkan bahwa pengembangan koridor tersebut memerlukan penanganan berkelanjutan.
Karena itu, Pemkab Bogor akan melanjutkan koordinasi dengan pihak terkait untuk menyelesaikan bagian jalan yang masih membutuhkan perbaikan.
Penggantian jembatan permanen juga menjadi salah satu agenda yang diharapkan dapat dilaksanakan pada 2027.
Dengan penanganan tersebut, Jalan Citeureup-Sukamakmur diharapkan tidak hanya menjadi penghubung antarkecamatan, tetapi juga berkembang sebagai salah satu pilihan akses masyarakat menuju kawasan Puncak dan Cianjur.



