POJOKBOGOR.id – Kondisi sejumlah titik di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, kembali memunculkan pertanyaan.

Pemerintah sebelumnya sudah menyampaikan rencana rekonstruksi, tetapi hingga September 2026 pekerjaan fisik besar belum terlihat merata di sepanjang koridor tersebut.

Lalu, kenapa Jalan Tegar Beriman belum juga dikerjakan?

Berdasarkan penelusuran terhadap sejumlah keterangan pemerintah, proyek tersebut bukan dirancang sebagai pekerjaan tambal sulam atau sekadar pelapisan aspal.

Baca Juga: Mayat Pria Penuh Luka Ditemukan di Leuwisadeng, Isu Penggerebekan Narkoba Menguat

Penanganannya disiapkan melalui skema Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) dengan kebutuhan rekonstruksi pada struktur jalan.

Bupati Bogor Rudy Susmanto sebelumnya memastikan sebagian Jalan Tegar Beriman memperoleh dukungan pemerintah pusat melalui program tersebut.

“Jalan Tegar Beriman beberapa ruas kita juga dapat bantuan dari Presiden melalui IJD, Inpres Jalan Daerah,” kata Rudy Susmanto pada Kamis (9/7/2026).

Baca Juga: Sempat Dikeramatkan, Misteri Mata Air Merah di Gunung Sindur Kemungkinan Akibat Kain Luntur

Ruas yang disebut pemerintah membentang dari kawasan McDonald's hingga Bambu Kuning.

 

Bukan Cuma Aspalnya yang Bermasalah

Kenapa tidak cukup ditambal atau diaspal ulang?

Masalah utama ternyata berada di bawah permukaan jalan.

Pemerintah Kabupaten Bogor menyebut konstruksi bawah Jalan Tegar Beriman di sejumlah titik telah mengalami perubahan akibat dorongan akar pohon-pohon besar yang berada di median jalan.

Kondisi tersebut membuat permukaan jalan bergelombang dan tidak rata. Karena kerusakannya menyentuh lapisan konstruksi, pemerintah memilih merencanakan pembangunan ulang struktur jalan dibanding hanya menambahkan lapisan aspal baru.

Baca Juga: Setelah 79 Bangli Dibongkar, Rekayasa Lalu Lintas Pasar Cisarua Disiapkan

Artinya, pekerjaan yang direncanakan berbeda dengan pemeliharaan rutin yang relatif dapat dilakukan lebih cepat.

Rekonstruksi berarti bagian jalan yang bermasalah perlu ditangani hingga konstruksi di bawah permukaan agar persoalan yang sama tidak terus berulang.

 

Hingga Agustus Masih Disebut “Disiapkan”

Hal lain yang menjelaskan mengapa alat berat belum terlihat bekerja secara masif dapat dilihat dari perkembangan terbaru proyek tersebut.

Pada Senin, 24 Agustus 2026, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan bahwa Pemkab Bogor sedang menyiapkan empat ruas jalan melalui program IJD.

Salah satunya adalah koridor Tegar Beriman–Cibinong–Bojonggede.

“Penanganan ruas Tegar Beriman-Cibinong-Bojonggede diarahkan untuk memperkuat konektivitas pusat pemerintahan Kabupaten Bogor dengan wilayah Bojonggede dan kawasan sekitarnya,” kata Ajat pada Senin (24/8/2026).

Baca Juga: Selama Dua Dekade Ruko Warung Jambu Bersengketa, Ahli Waris Istri Pertama Ancam Bakal Ambil Langkah Pidana

Penggunaan istilah “disiapkan” dalam keterangan tersebut penting.

Sebab hingga keterangan publik terbaru itu, pemerintah belum mengumumkan bahwa seluruh pekerjaan fisik rekonstruksi koridor Tegar Beriman telah memasuki tahap konstruksi.

Dengan demikian, kondisi jalan yang belum terlihat dikerjakan secara menyeluruh bukan berarti ruas tersebut tidak masuk rencana penanganan.

Proyeknya sudah masuk agenda, tetapi pelaksanaannya terkait dengan tahapan program IJD.

Baca Juga: UYC 2026 Kick Off di IPB University, PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas

 

IJD Bukan Proyek APBD Biasa

Program Inpres Jalan Daerah merupakan skema pemerintah pusat untuk membantu percepatan penanganan jalan daerah yang diusulkan pemerintah daerah.

Kementerian Pekerjaan Umum menjelaskan IJD dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi.

Melalui program tersebut, pemerintah pusat memberikan dukungan terhadap ruas strategis yang diusulkan pemerintah daerah, terutama ketika penanganannya membutuhkan dukungan pendanaan lebih besar.

Karena menggunakan skema tersebut, prosesnya tidak berhenti pada keputusan pemerintah daerah untuk memperbaiki jalan.

Baca Juga: TP PKK Kota Bogor Gandeng RRI Perkuat Sinergi Penyebarluasan Informasi Program Pemerintah ke Masyarakat

Ada tahapan penyiapan program, penentuan ruas, perencanaan teknis hingga proses pelaksanaan pekerjaan melalui mekanisme pemerintah pusat.

 

Bukan Seluruh Jalan Tegar Beriman Dikerjakan Sekaligus

Ada hal lain yang perlu diluruskan.

Rencana rekonstruksi yang sudah diumumkan pemerintah tidak otomatis berarti seluruh Jalan Tegar Beriman dibongkar dan diperbaiki pada waktu yang sama.

Ruas yang secara spesifik disebut Bupati Bogor berada di koridor McDonald's hingga Bambu Kuning. Sementara dalam pengembangan jaringan yang lebih besar, Pemkab menyebut koridor Tegar Beriman–Cibinong–Bojonggede sebagai salah satu ruas yang disiapkan melalui IJD.

Koridor tersebut nantinya juga diproyeksikan terhubung dengan Jalan Bojonggede–Kemang atau Bomang.

Baca Juga: Tak Jadi Ditutup, Perlintasan Gaperi 'Naik Kelas': Palang Bambu Diganti, Pos dan Petugas Resmi Disiapkan

Pemkab Bogor menyiapkan pembangunan Flyover Bomang untuk mengatasi hambatan konektivitas akibat jalur rel sekaligus membuka akses lebih langsung dari Bojonggede dan Kemang menuju pusat pemerintahan Kabupaten Bogor di Cibinong.

Dengan kata lain, penanganan Jalan Tegar Beriman ditempatkan sebagai bagian dari jaringan jalan yang lebih besar, bukan proyek yang berdiri sendiri.

 

Jadi, Kenapa Belum Dikerjakan?

Berdasarkan keterangan pemerintah yang tersedia hingga September 2026, ada dua poin utama.

Pertama, Jalan Tegar Beriman membutuhkan rekonstruksi, bukan sekadar pengaspalan karena kerusakan sudah terjadi pada konstruksi bawah jalan.

Kedua, penanganannya masuk dalam skema Inpres Jalan Daerah. Hingga keterangan terakhir pada 24 Agustus 2026, ruas Tegar Beriman–Cibinong–Bojonggede masih disebut dalam tahap disiapkan melalui program tersebut dan belum ada pengumuman resmi bahwa pekerjaan fisik secara menyeluruh sudah dimulai.

Baca Juga: Belum Genap 3 Tahun, Bawah Skybridge Bojonggede Dipenuhi Coretan, Fasilitas Rp18,33 Miliar Diuji soal Perawatan

Jadi pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah Jalan Tegar Beriman akan ditangani.

Yang masih perlu ditunggu publik adalah kapan pekerjaan fisik rekonstruksi dimulai, berapa panjang pasti ruas yang dikerjakan pada tahap pertama, berapa nilai proyeknya, dan kapan target penyelesaiannya.

Empat informasi itu sampai kini belum dijabarkan secara lengkap dalam keterangan publik terbaru yang ditemukan.