SUKAMAKMUR, POJOKBOGOR.id - Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan penanganan Jalan Citeureup-Sukamakmur sepanjang kurang lebih 20 kilometer telah dilaksanakan melalui kolaborasi pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Bogor hingga 2026.

Dari total tersebut, sekitar 15 kilometer dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lewat program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), sedangkan sekitar 5 kilometer lainnya ditangani menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor.

Hal tersebut disampaikan Rudy saat meninjau hasil pembangunan ruas Jalan Citeureup-Sukamakmur, Selasa (20/10/2026).

“APBD 5 km. APBN kurang lebih 15 km, jadi total ruas yang sudah terbangun hingga tahun 2026 itu kurang lebih 20 km,” ujar Rudy Susmanto, Selasa (20/10/2026).

Anggaran IJD Mencapai Rp61,2 Miliar

Rudy menjelaskan, pekerjaan jalan yang didukung pemerintah pusat melalui program IJD memiliki nilai kontrak sekitar Rp61,2 miliar.

Sementara itu, besaran anggaran yang dialokasikan Pemkab Bogor untuk penanganan sekitar 5 kilometer jalan melalui APBD masih memerlukan rincian dari dinas terkait.

Berdasarkan keterangan resmi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat, pekerjaan IJD meliputi ruas sepanjang 15,19 kilometer dengan lebar penanganan bervariasi antara 4,5 hingga 6 meter.

Pekerjaan tersebut menghubungkan kawasan Citeureup melalui Desa Tajur, Pabuaran, Cibadak hingga Sukamakmur.

Metode pengerjaan menggunakan kombinasi perkerasan aspal, beton atau rigid pavement, serta pembangunan saluran drainase.

BBPJN menyatakan pekerjaan dalam lingkup kontrak IJD tersebut telah selesai 100 persen pada Oktober 2026.

“Alhamdulillah, hari ini jalan tersebut sudah dapat dilalui dan dinikmati oleh seluruh masyarakat Kabupaten Bogor. Ruas Jalan Citeureup-Sukamakmur saat ini sudah terbangun dengan konstruksi beton maupun aspal,” ujar Rudy Susmanto, Selasa (20/10/2026).

Perbaikan Jalan Diharapkan Mendukung Aktivitas Petani

Menurut Rudy, peningkatan kondisi jalan memberikan manfaat bagi masyarakat yang selama ini menggunakan jalur tersebut untuk berbagai aktivitas.

Terlebih, sepanjang kawasan Citeureup menuju Sukamakmur masih terdapat lahan pertanian dan persawahan.

Kondisi jalan yang lebih baik diharapkan mempermudah pergerakan masyarakat sekaligus mendukung pengangkutan hasil pertanian.

Selain itu, akses yang lebih layak juga dapat membantu mobilitas kendaraan pengangkut barang serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Sebelumnya, ruas tersebut mengalami kerusakan cukup berat sejak 2021.

Kerusakan jalan menjadi salah satu persoalan yang dikeluhkan masyarakat karena mengganggu kelancaran perjalanan.

Rudy Apresiasi Dukungan DPR RI

Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kabupaten Bogor yang telah mengawal aspirasi pembangunan infrastruktur.

Ia menyebut anggota DPR RI Marlyn Maisarah turut mendorong penanganan ruas Citeureup-Sukamakmur melalui program IJD.

Menurut Rudy, kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah dan wakil rakyat merupakan salah satu cara mempercepat penanganan kebutuhan infrastruktur.

Dukungan pembiayaan dari APBN juga memungkinkan pemerintah daerah memanfaatkan kemampuan anggarannya untuk menangani kebutuhan pembangunan lainnya.

Rudy berharap kolaborasi tersebut terus berlangsung agar peningkatan akses jalan dapat menjangkau lebih banyak wilayah Kabupaten Bogor.

Meski sebagian titik di koridor Citeureup-Sukamakmur masih membutuhkan penanganan lanjutan, penyelesaian pekerjaan IJD dan pembangunan melalui APBD dinilai menjadi kemajuan bagi konektivitas wilayah timur Kabupaten Bogor.