BOGOR,POJOKSATU.id - Pembangunan Jalur Puncak 2 atau Poros Tengah Timur (PTT) di Kabupaten Bogor terus menunjukkan perkembangan. Jalan yang sudah lama dinantikan masyarakat tersebut diproyeksikan menjadi akses penghubung sejumlah wilayah di Bogor hingga Kabupaten Cianjur.

Bupati Bogor Rudy Susmanto belum lama ini meninjau langsung perkembangan pembangunan Jalur Puncak 2 di kawasan Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan infrastruktur jalan yang direncanakan memiliki panjang keseluruhan sekitar 40 hingga 60 kilometer.

Dalam kunjungannya, Rudy menjelaskan bahwa kawasan yang ditinjaunya merupakan salah satu titik strategis pada jalur penghubung wilayah timur Kabupaten Bogor.

"Ini adalah persimpangan yang berada di puncak bukit jalur Puncak 2. Kedepannya, jalur ini akan menghubungkan wilayah Jonggol, Sukamakmur, Babakan Madang, hingga ke Cianjur," ujar Rudy Susmanto.

Menurutnya, pembangunan Jalur Puncak 2 bukan merupakan rencana baru. Infrastruktur tersebut telah menjadi pembahasan selama belasan tahun, tetapi pengembangannya menghadapi berbagai tantangan.

"Tidak banyak orang yang pernah datang ke sini. Selama 5 hingga 20 tahun terakhir, banyak yang membicarakan jalur Puncak 2. Padahal, jalur sepanjang 40-60 kilometer ini menghubungkan Megamendung, Ciawi, Citeureup, hingga ke perbatasan Sukamakmur dan Cianjur," ungkapnya.

Salah satu perkembangan yang sudah berjalan adalah penanganan ruas Jalan Tajur, Citeureup menuju Sukamakmur melalui dukungan program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki akses yang selama bertahun-tahun menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah timur Kabupaten Bogor.

Pada September 2026, Pemerintah Kabupaten Bogor juga menegaskan bahwa rekonstruksi ruas Citeureup-Sukamakmur masih menjadi prioritas pembangunan infrastruktur daerah.

"Hari ini kita berada di jalur Puncak 2 yang dikenal sebagai jalur Poros Tengah Timur. Pembangunannya direncanakan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan Pemerintah Kabupaten Bogor," ucap Rudy.

Rudy menegaskan, keberadaan Jalur Puncak 2 tidak semata-mata dipersiapkan sebagai alternatif perjalanan dari Bogor menuju Cianjur.

Lebih dari itu, pembangunan jalan tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang tinggal di kawasan Citeureup, Babakan Madang, Sukamakmur, Jonggol, dan wilayah sekitarnya.

Akses transportasi yang lebih baik dinilai dapat memperlancar distribusi hasil pertanian, mempersingkat akses menuju fasilitas kesehatan, hingga meningkatkan aktivitas perdagangan masyarakat.

"Akses jalan yang menghubungkan antarwilayah ini memberikan dampak signifikan terhadap aksesibilitas masyarakat, terutama dalam menggerakkan roda ekonomi. Selain mempermudah distribusi hasil pertanian, masyarakat kini lebih dekat ke rumah sakit, pusat pemerintahan, maupun pusat ekonomi," terangnya.

Selain memperkuat konektivitas wilayah, pembangunan Jalur Puncak 2 juga berpotensi membuka peluang investasi dan pengembangan sektor pariwisata di kawasan timur Kabupaten Bogor.