POJOKBOGOR.id – Hujan akhirnya mengguyur sejumlah wilayah Bogor pada Jumat, 18 September 2026 siang, beberapa jam setelah ribuan warga bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor melaksanakan Salat Istisqa di Alun-Alun Tegar Beriman, Cibinong.
Turunnya hujan disambut sukacita warga setelah Kabupaten Bogor cukup lama menghadapi kemarau yang membuat sumur, lahan pertanian hingga saluran irigasi di sejumlah wilayah mulai mengering.
Salat Istisqa sebelumnya dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Bupati Bogor Rudy Susmanto, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi, para kiai, ulama, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah dan masyarakat bersama-sama memanjatkan doa memohon turunnya hujan.
Baca Juga: Modus Copet Pura-Pura Sakit Muncul Lagi di Angkot 02 Bogor, Dua Orang Diduga Berbagi Peran
Beberapa jam kemudian, langit yang sebelumnya didominasi cuaca panas mulai berubah dan hujan turun.
Momen tersebut menjadi perhatian warga, terutama karena hujan datang ketika Kabupaten Bogor masih menghadapi kekeringan yang cukup luas.
Sebelum Salat Istisqa, Berbagai Ikhtiar Sudah Dilakukan
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan berbagai langkah sebelumnya telah dilakukan untuk menghadapi kemarau.
Distribusi air bersih dilakukan hampir setiap hari ke wilayah terdampak. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk melakukan modifikasi cuaca.
Namun upaya tersebut sempat menghadapi kendala karena kondisi atmosfer belum mendukung.
Baca Juga: Mobil Tangki Jadi Harapan Warga, Kekeringan Bogor Kini Berdampak ke 335 Ribu Jiwa
“Tetapi tidak banyak potensi-potensi awan yang bisa dijadikan hujan,” kata Rudy saat menjelaskan pelaksanaan modifikasi cuaca pada awal September.
Kondisi itu membuat pemerintah terus menjalankan sejumlah langkah secara bersamaan, mulai dari mendistribusikan air, menyediakan tempat penampungan hingga menginventarisasi sumber mata air.
Menjelang Salat Istisqa, Pemkab Bogor mencatat lebih dari 4,8 juta liter air bersih telah disalurkan secara bertahap kepada masyarakat terdampak kekeringan.
Baca Juga: Bogor Masuk Status Awas Kekeringan, Warga Bersimpuh Memohon Turunnya Hujan
Rudy: Sumur dan Lahan Pertanian Mulai Kering
Seusai melaksanakan Salat Istisqa, Rudy menggambarkan kondisi yang sedang dihadapi Kabupaten Bogor.
“Sumur-sumur mulai kering, lahan-lahan pertanian, saluran irigasi juga mulai kering.”
Ia mengatakan Salat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar setelah berbagai langkah penanganan secara fisik dilakukan pemerintah.
Baca Juga: Pura-Pura Tidur di Bus Bogor, Pria Sempat Mengelak Sebelum Akui Pegang Paha Penumpang
“Kita melaksanakan salat istisqa untuk memohon hujan,” ujar Rudy.
Harapannya, hujan dapat kembali membantu mengisi sumber air warga sekaligus mendukung kebutuhan lahan pertanian yang terdampak kemarau.
Hujan Sebenarnya Sudah Masuk Prakiraan BMKG
Secara meteorologis, potensi hujan pada Jumat, 18 September 2026 sebenarnya telah muncul dalam prakiraan cuaca BMKG sejak pagi.
BMKG memprakirakan hujan ringan berpotensi terjadi di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.
Dengan demikian, turunnya hujan beberapa jam setelah Salat Istisqa merupakan urutan waktu kejadian.
Baca Juga: Bogor Barat Kembali Dilanda Kebakaran, LeuwiMart Leuwiliang Hangus Dilalap Api
Tidak ada dasar meteorologis untuk menyimpulkan hubungan sebab-akibat antara pelaksanaan salat dengan terbentuknya hujan.
Bagi masyarakat yang mengikuti Salat Istisqa, hujan tersebut tetap menjadi momen yang disambut penuh rasa syukur setelah kemarau berlangsung cukup panjang.
Hujan Turun, tetapi Bogor Masih Status Awas
Meski hujan mulai turun, persoalan kekeringan Kabupaten Bogor belum serta-merta selesai.
Dalam Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis Dasarian II September 2026, BMKG masih memasukkan Kabupaten Bogor dalam kategori Awas.
Periode Dasarian II berlangsung pada 11–20 September 2026.
Kategori tersebut menunjukkan kondisi kekeringan meteorologis masih membutuhkan kewaspadaan, terutama berkaitan dengan ketersediaan air, pertanian serta potensi kebakaran lahan.
Baca Juga: Kabel Melintang Rendah di Jalan Raya Parung Bogor Halangi Truk, Aduan Serupa Pernah Masuk 112
Karena itu, satu kali hujan belum dapat dijadikan tanda bahwa periode kemarau panjang telah berakhir.
Pemerintah masih perlu melanjutkan distribusi air bersih dan penanganan wilayah terdampak sembari memantau perkembangan cuaca berikutnya.
Dari Menengadah Memohon Hujan hingga Diguyur Air dari Langit
Salat Istisqa di Alun-Alun Tegar Beriman sebelumnya dipersiapkan sebagai ikhtiar spiritual di tengah penanganan kekeringan yang terus berjalan.
Pemerintah Kabupaten Bogor menyebut ikhtiar tersebut berjalan beriringan dengan upaya fisik di lapangan.
MUI Kabupaten Bogor juga mengajak masyarakat, ulama, tokoh masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama melaksanakan Salat Istisqa sebagai bentuk permohonan agar hujan kembali turun.
Baca Juga: Pemkab dan Ulama Bogor Ketuk Pintu Langit Memohon Hujan di Tengah Kemarau Panjang
Jumat siang, hujan akhirnya membasahi sebagian wilayah Bogor.
Di tengah status Awas kekeringan yang masih berlaku, turunnya hujan membawa satu harapan baru bagi warga: sumber air perlahan kembali terisi, tanah yang mengering kembali basah, dan kemarau panjang segera berakhir.



