DRAMAGA, POJOKBOGOR.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dramaga 4, Kabupaten Bogor, mulai Rabu (28/10/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah muncul dugaan keracunan makanan yang melibatkan ratusan pelajar di Kecamatan Dramaga.

Berdasarkan investigasi awal, penggunaan bumbu kacang yang diolah oleh pihak ketiga menjadi salah satu temuan yang sedang didalami.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Haidir, mengatakan bahan tersebut digunakan untuk menu sate dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, hasil pemeriksaan laboratorium masih diperlukan untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan para siswa.

Investigasi Awal Mengarah pada Bumbu Kacang Olahan Pihak Ketiga

Haidir menjelaskan bahwa tim investigasi menemukan penggunaan bumbu kacang yang diproses di luar dapur SPPG Dramaga 4.

Bahan tersebut kemudian digunakan dalam penyediaan menu MBG bagi penerima manfaat.

Menurutnya, praktik pengolahan tersebut dinilai tidak sesuai dengan prosedur operasional yang berlaku.

Karena itu, BGN melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan proses pengolahan dan keamanan makanan.

"Iya bumbu kacang untuk sate," ujar Haidir saat memberikan penjelasan, Rabu (28/10/2026).

Meski temuan awal mengarah pada bahan tersebut, penyebab keracunan belum dapat dipastikan.

Sebab, sampel makanan masih menjalani pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kemungkinan adanya kontaminasi.

Dengan demikian, hasil investigasi dan pengujian menjadi dasar untuk menentukan penyebab kejadian.

BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Dramaga 4

Menindaklanjuti temuan tersebut, BGN mengambil langkah penghentian sementara kegiatan operasional SPPG Dramaga 4.

Kebijakan ini mulai diberlakukan pada Rabu (28/10/2026) tanpa batas waktu yang telah ditentukan.

Penghentian dilakukan untuk mendukung pemeriksaan terhadap proses pengolahan makanan dan pelaksanaan standar keamanan pangan.

Selain itu, BGN akan mengevaluasi kesesuaian prosedur yang diterapkan pengelola dapur.

Haidir menyampaikan bahwa sanksi tegas dapat diberikan kepada pengelola SPPG yang terbukti melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP).

Namun, bentuk sanksi lanjutan belum diumumkan secara terperinci.

Sementara itu, keberlanjutan operasional SPPG Dramaga 4 akan ditentukan berdasarkan hasil investigasi dan evaluasi.

Angka 481 Siswa Bukan Jumlah Keracunan yang Telah Dipastikan

Sebelumnya, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan bahwa 481 siswa telah meminta pelayanan kesehatan setelah muncul dugaan keracunan makanan atau minuman.

Keluhan kesehatan mulai dilaporkan pada Senin malam (26/10/2026) hingga Selasa pagi (27/10/2026).

Sejumlah siswa kemudian mendapatkan pemeriksaan di Puskesmas Cangkurawok dan fasilitas kesehatan lainnya.

Namun, Rudy menegaskan bahwa jumlah tersebut tidak dapat langsung dinyatakan sebagai kasus keracunan yang telah dipastikan.

Dalam pendataan terpisah, BGN menyebut sebanyak 40 siswa sempat membutuhkan observasi medis.

Jumlah itu kemudian berkurang menjadi 13 siswa yang masih menjalani observasi di rumah sakit berdasarkan laporan hingga Selasa malam pukul 23.42 WIB.

Perbedaan angka tersebut menunjukkan pentingnya membedakan jumlah siswa yang diperiksa dengan pasien yang memerlukan observasi.

BGN Tunggu Hasil Laboratorium untuk Pastikan Penyebab

Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, memastikan tim BGN Pusat bersama KPPG Bogor telah melakukan investigasi di lapangan.

Menurutnya, penanganan kesehatan siswa tetap menjadi perhatian utama selama pemeriksaan berlangsung.

BGN juga telah mengirimkan sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium.

"Sampel makanan telah dibawa untuk diperiksa di laboratorium," ujar Tysa.

Hasil pengujian tersebut dibutuhkan untuk memastikan apakah bumbu kacang benar menjadi penyebab gangguan kesehatan.

Selain itu, pemeriksaan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai tahapan pengolahan makanan yang perlu diperbaiki.

Dengan demikian, keputusan lanjutan dapat diambil berdasarkan temuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Evaluasi SPPG Dramaga 4 Jadi Perhatian Keamanan Program MBG

Kasus dugaan keracunan di Dramaga menjadi perhatian terhadap penerapan standar keamanan pangan dalam Program MBG.

Penggunaan bahan makanan dari pihak luar perlu diperiksa untuk memastikan kesesuaiannya dengan prosedur yang berlaku.

Selain itu, pengawasan terhadap pengolahan dan distribusi makanan menjadi bagian penting dalam pelayanan kepada penerima manfaat.

BGN menegaskan bahwa keselamatan penerima program harus menjadi prioritas setiap pengelola SPPG.

Karena itu, dugaan pelanggaran prosedur akan ditindaklanjuti melalui investigasi dan evaluasi.

Sementara itu, operasional SPPG Dramaga 4 masih dihentikan sementara berdasarkan keputusan yang diumumkan pada Rabu (28/10/2026).

Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat memastikan penyebab kejadian sebelum menentukan langkah penanganan berikutnya.