BOGOR, POJOKSATU.ID - Bupati Bogor, Rudy Susmanto menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar tatap muka di SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga, Kabupaten Bogor, usai 481 siswa terindikasi keracunan makanan.

"Untuk dua hari ke depan kegiatan belajar mengajar dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Ini agar secara psikologis siswa siswa dapat beristirahat dengan tenang sekaligus menunggu keluarnya hasil pemeriksaan laboratorium," kata Rudy.

Rudy juga memastikan seluruh biaya pengobatan para pasien sepenuhnya ditanggung Pemkab Bogor, baik di fasilitas kesehatan pemerintah maupun rumah sakit swasta rujukan.

Sebanyak 481 pelajar SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga, Kabupaten Bogor, mengalami gejala keracunan makanan hingga dilarikan ke Puskesmas Cangkurawok, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Selasa (27/10).

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyebut beberapa siswa harus dirujuk ke Rumah Sakit Medika Dramaga dan Karya Bhakti Pratiwi, untuk mendapat penanganan medis lebih lanjut.

Para siswa diduga keracunan usai menyantap makanan dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (27/10). Namun, gejala keracunan mulai dirasakan siswa pada Senin malam dan Selasa pagi.

"Siswa yang berada di Puskesmas Cangkurawok dalam kondisi stabil, dan akan segera dipulangkan. Yang dirujuk ke rumah sakit sebagian sudah diperbolehkan pulang. Karena secara umum tidak ada gejala yang cukup signifikan atau parah. Seluruhnya dalam kondisi gejala ringan," kata Rudy Susmanto. ***