BOGOR, POJOKSATU.id - Bumbu kacang yang digunakan dalam menu Makan Bergizi Gratis atau MBG diduga menjadi penyebab kasus keracunan yang dilaporkan menimpa 481 pelajar di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.
Dugaan tersebut muncul berdasarkan hasil investigasi awal terkait proses pengolahan makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dramaga 4.
Koordinator KPPG Bogor, Haidir, mengungkapkan bahwa penyelidikan sementara mengarah pada penggunaan bumbu kacang yang sebelumnya telah diproses oleh pihak ketiga.
Bumbu tersebut kemudian digunakan dalam penyediaan makanan untuk program MBG. Namun, praktik pengolahan melalui pihak luar itu dinilai tidak sesuai dengan prosedur operasional yang seharusnya diterapkan.
Haidir menjelaskan bahwa proses pengolahan bahan makanan menjadi salah satu aspek yang diperiksa dalam investigasi kasus dugaan keracunan MBG di Dramaga.
Berdasarkan temuan awal, bumbu kacang yang digunakan SPPG Dramaga 4 diketahui telah melalui proses pengolahan oleh pihak ketiga sebelum diterima dan digunakan.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian dalam penerapan standar operasional pengolahan makanan.
Meski demikian, dugaan terhadap bumbu kacang masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan sumber kontaminasi dan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para pelajar.
Haidir menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi perhatian serius, terutama dalam memastikan seluruh tahapan penyediaan makanan berjalan sesuai standar keamanan pangan.
“Kasus dugaan keracunan di Dramaga ini menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan rantai pengolahan dan distribusi makanan dalam pelaksanaan program MBG, untuk memastikan makanan yang diberikan kepada siswa memenuhi standar keamanan pangan,” ujarnya.

