BOGOR, POJOKSATU.id - Pasar Laladon di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, yang selama ini dikenal sebagai tempat jual beli kebutuhan pokok, berpeluang mengalami perubahan besar.
Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Bogor tengah mempertimbangkan revitalisasi pasar tersebut dengan konsep baru, yakni menjadikannya sebagai pusat perdagangan hewan dan ikan hias.
Rencana itu muncul menyusul kondisi Pasar Laladon yang dinilai semakin memprihatinkan. Aktivitas perdagangan di kawasan tersebut terus menurun, sementara sejumlah fasilitas pasar mulai mengalami kerusakan.
Banyak kios yang sebelumnya digunakan pedagang kebutuhan sehari-hari kini tidak lagi beroperasi. Sepinya pembeli membuat perputaran uang di pasar tersebut semakin terbatas.
Selain persoalan aktivitas ekonomi, kondisi bangunan yang kurang terawat turut menjadi perhatian pemerintah daerah.
Pemkab Bogor Siapkan Konsep Baru Pasar Laladon
Bupati Bogor Rudy Susmanto meminta Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Tohaga segera mengambil langkah untuk membenahi kawasan Pasar Laladon.
Penataan tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga menghidupkan kembali aktivitas perdagangan yang selama ini mengalami penurunan.
Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah mengubah fungsi Pasar Laladon menjadi pasar hewan dan pusat perdagangan ikan hias.
Konsep tersebut dinilai dapat menjadi alternatif untuk menarik segmen pengunjung baru sekaligus memberikan peluang usaha bagi para pedagang.
Namun, rencana perubahan fungsi pasar masih memerlukan kajian lebih lanjut, termasuk terkait kebutuhan fasilitas, kelayakan lokasi, serta dampaknya terhadap pedagang yang masih beraktivitas.
Revitalisasi Diharapkan Hidupkan Kembali Ekonomi Pasar
Jika direalisasikan, perubahan konsep Pasar Laladon diharapkan mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru di wilayah Ciomas dan sekitarnya.
Perdagangan hewan dan ikan hias berpotensi menghadirkan kelompok pembeli yang berbeda dibandingkan pasar kebutuhan pokok.
Meski demikian, keberhasilan revitalisasi akan bergantung pada penataan kawasan, ketersediaan fasilitas pendukung, dan pengelolaan pasar secara berkelanjutan.
Pemkab Bogor bersama Perumda Pasar Tohaga masih perlu mematangkan konsep pengembangan tersebut sebelum menentukan langkah pelaksanaannya.
Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai jadwal dimulainya revitalisasi maupun besaran anggaran yang akan dialokasikan.
Rencana tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mengoptimalkan kembali aset pasar yang selama ini belum berfungsi secara maksimal.



