BOGOR, POJOKSATU.id - Janji penciptaan 19 juta lapangan kerja yang disampaikan dalam kampanye Pilpres 2024 kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian tertuju pada pernyataan Penasihat Khusus Presiden, Said Iqbal, yang menyebut target tersebut berasal dari Gibran Rakabuming Raka, bukan Prabowo Subianto.

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai siapa yang bertanggung jawab terhadap realisasi janji kampanye pasangan Prabowo-Gibran.

Pasalnya, target pembukaan 19 juta lapangan kerja merupakan salah satu program yang diperkenalkan kepada masyarakat ketika keduanya maju sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2024.

Kini, setelah keduanya memimpin pemerintahan, publik kembali menyoroti sejauh mana komitmen tersebut dapat diwujudkan.

Pernyataan Said Iqbal mengenai target penciptaan lapangan kerja menjadi perhatian karena membedakan pihak yang pertama kali menyampaikan janji tersebut.

Menurut informasi yang beredar, Said Iqbal mengaitkan target 19 juta lapangan kerja dengan Gibran Rakabuming Raka.

Dengan demikian, pernyataannya menempatkan Gibran sebagai sosok yang menyampaikan target tersebut dalam rangkaian kampanye Pilpres 2024.

Namun, persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan siapa yang pertama kali mengemukakan angka 19 juta.

Hal yang lebih mendasar adalah bagaimana sebuah janji politik pasangan calon diterjemahkan menjadi kebijakan pemerintah setelah memenangkan pemilihan.

Dalam Pilpres 2024, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka maju sebagai satu pasangan calon.

Keduanya menawarkan visi, misi, dan program pemerintahan kepada masyarakat sebagai bagian dari komitmen politik bersama.

Karena itu, meskipun sebuah gagasan disampaikan oleh salah satu calon, masyarakat tetap dapat menilai pelaksanaannya sebagai bagian dari kinerja pemerintahan yang dipimpin keduanya.

Perbedaan antara penggagas program dan pihak yang bertanggung jawab menjalankannya menjadi penting dalam melihat polemik tersebut.

Di sisi lain, realisasi target penciptaan lapangan kerja juga melibatkan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.

Dengan demikian, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pernyataan politik, tetapi juga kebijakan ekonomi, investasi, pendidikan, dan pengembangan tenaga kerja.

Dalam wawancara dengan Nusantara TV yang dikutip Suara.com pada Senin (26/10/2026), Said Iqbal menyatakan bahwa angka 19 juta lapangan kerja disampaikan Gibran ketika kampanye.

"Itu bukan pak Prabowo kan yang ngomong, wakilnya mas Gibran kan. Pas kampanye biasakan, hoperbola. Itu kan bahasa kampanye. Kalau ditanya apakah realistis? Jelas tidak realistis," kata Said Iqbal.

Pernyataan tersebut memperlihatkan sikap skeptis Said terhadap kemungkinan tercapainya target yang pernah disampaikan kepada pemilih.

Namun, pernyataan mengenai siapa yang menyampaikan janji tersebut tidak serta-merta menghapus tanggung jawab politik pasangan yang mengusungnya.