BOGOR, POJOKSATU.id - Perlintasan kereta api di Jalan MA Salmun, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, dijadwalkan mulai ditutup pada Senin, 26 Oktober 2026, sekitar pukul 09.00 WIB.

Penutupan tersebut dilakukan untuk mendukung rencana pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan ini.

Kebijakan ini akan berdampak pada akses masyarakat yang selama ini menggunakan perlintasan sebidang Jalan MA Salmun untuk beraktivitas.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan atau Dishub Kota Bogor, Ridwan, membenarkan rencana penutupan tersebut.

Menurutnya, pelaksanaan penutupan akan dilakukan setelah kegiatan apel petugas selesai dilaksanakan.

“MA Salmun mulai penutupan besok, yang ditutup lintasan sebidangnya lebih kurang jam 09.00 WIB setelah apel,” ungkap Ridwan.

Pernyataan tersebut disampaikan sebelum jadwal penutupan pada Senin, 26 Oktober 2026.

Rencana penutupan perlintasan kereta api di Jalan MA Salmun sebelumnya sempat mendapat penolakan dari masyarakat sekitar.

Penolakan tersebut muncul menjelang pelaksanaan kebijakan penutupan akses perlintasan sebidang yang selama ini digunakan warga.

Meski demikian, Dishub Kota Bogor memastikan bahwa keputusan penutupan telah melalui proses pembahasan dan menghasilkan kesepakatan bersama.

Ridwan menegaskan bahwa penutupan perlintasan MA Salmun tetap akan dilaksanakan sesuai rencana yang telah ditetapkan.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, penutupan dijadwalkan mulai berlaku pada Senin pagi.

Penutupan perlintasan sebidang Jalan MA Salmun merupakan bagian dari persiapan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang di kawasan tersebut.

Keberadaan JPO nantinya direncanakan menjadi fasilitas penyeberangan bagi masyarakat tanpa harus melintasi jalur kereta api secara langsung.

Pemisahan jalur penyeberangan pejalan kaki dari lintasan kereta diharapkan dapat meningkatkan keselamatan masyarakat.

Namun, hingga informasi ini disampaikan, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai jadwal penyelesaian pembangunan JPO tersebut.

Selain itu, rincian mengenai akses alternatif bagi masyarakat yang biasa melintasi kawasan Jalan MA Salmun juga belum dijelaskan.