BOGOR, POJOKBOGOR.id - Perlintasan sebidang di kawasan Jalan MA Salmun, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, belum ditutup sepenuhnya meski persiapan pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) mulai dilakukan. Pemkot Bogor masih menunggu kesepakatan terkait rekayasa lalu lintas sebelum penutupan diberlakukan.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan penutupan perlintasan tidak akan dilakukan secara mendadak tanpa sosialisasi kepada masyarakat. Warga perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai perubahan akses dan jalur alternatif yang dapat digunakan.
“Sosialisasi ini tahapan yang sangat sakral dan tidak bisa dilakukan secara mendadak tanpa sosialisasi. Dinas terkait, camat, dan lurah diminta untuk menyampaikan kepada warga mengenai tanggal pemberlakuan penutupan jalan agar masyarakat dapat menyesuaikan akses jalan alternatif,” ujar Jenal.
Rencana penutupan perlintasan sebidang tersebut berkaitan dengan pembangunan JPO di kawasan MA Salmun. PT Kereta Api Indonesia (KAI) direncanakan menutup perlintasan sebidang, sementara pembangunan jembatan disiapkan sebagai fasilitas bagi masyarakat yang melintas.
Sebagai langkah awal, Pemkot Bogor mulai melakukan sterilisasi kawasan pada Kamis (22/10/2026). Penertiban dilakukan dengan membongkar sejumlah bangunan semipermanen milik pedagang kaki lima (PKL) yang berada di lokasi pembangunan.
Jenal turut meninjau proses penertiban yang melibatkan petugas gabungan dari sejumlah perangkat daerah, TNI, dan Polri.
“Untuk itu, dalam persiapan pembangunan konstruksi jembatan penyeberangan orang dan motor, diperlukan langkah-langkah penyesuaian di lapangan. Termasuk penertiban pedagang kaki lima di sekitar Jalan MA Salmun,” jelasnya.
Selain persiapan pembangunan, Pemkot Bogor juga menyoroti akses keluar masuk warga Jalan Ardio, Kelurahan Cibogor. Sebagian ruas jalan di depan akses masuk kawasan tersebut semula direncanakan ditutup.
Namun, karena sosialisasi dinilai belum maksimal, Jenal meminta agar penutupan akses ditunda sementara. Pemkot akan menggelar pertemuan dengan perwakilan masyarakat untuk membahas rencana tersebut.
“Penutupan besok ditunda dulu. Besok kami buat pertemuan dengan perwakilan masyarakat,” katanya.
Menurut Jenal, koordinasi dengan warga menjadi bagian penting sebelum perubahan akses jalan diterapkan. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui jadwal penutupan dan mempersiapkan jalur alternatif untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Di sisi lain, penataan kawasan MA Salmun juga berdampak pada aktivitas pedagang kaki lima. Pemkot Bogor mencatat sekitar 120 pedagang terdampak penertiban dan menyebut telah menyiapkan sekitar 300 los atau kios kosong di Pasar Kebon Kembang Blok A, C, dan D sebagai alternatif tempat berjualan.
Pemkot juga meminta agar harga sewa kios bagi pedagang yang direlokasi dapat ditekan serendah mungkin, sehingga perpindahan lokasi tidak semakin membebani usaha mereka.
Hingga tercapai kesepakatan mengenai rekayasa lalu lintas dan sosialisasi kepada masyarakat, perlintasan sebidang MA Salmun belum ditutup sepenuhnya. Kepastian waktu penutupan serta pengaturan akses alternatif menjadi hal yang perlu diperjelas sebelum perubahan lalu lintas diberlakukan.



