BOGOR, POJOKSATU.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terus menjabat sebagai presiden apabila masyarakat Indonesia masih hidup dalam kemiskinan.
Ia bahkan mengaku malu jika kepemimpinannya tidak mampu membawa perubahan nyata terhadap kesejahteraan rakyat.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Oktober 2026.
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan bahwa tujuan utamanya menjadi kepala negara adalah memperbaiki kehidupan masyarakat Indonesia.
“Saya mau jadi presiden untuk lihat rakyat saya sejahtera. Saya tidak mau jadi presiden, rakyat saya miskin terus, saya tidak mau jadi presiden. Malu saya. Lebih baik saya enggak jadi presiden,” kata Prabowo.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan komitmen politik Prabowo untuk menjadikan kesejahteraan masyarakat sebagai salah satu ukuran keberhasilan pemerintahannya.
Selain membahas kemiskinan, Prabowo menyinggung persoalan aliran anggaran dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.
Ia meminta para gubernur dan bupati tidak khawatir terhadap kebijakan anggaran yang dijalankan pemerintah pusat.
Prabowo menjanjikan penyaluran dana ke kabupaten dan provinsi akan semakin besar selama masa kepemimpinannya.
Bahkan, ia optimistis dukungan pendanaan untuk daerah dapat kembali ditingkatkan pada 2027.
Menurut Prabowo, pemerintah ingin memastikan kegiatan ekonomi tidak hanya berkembang di tingkat pusat.
Pembangunan ekonomi juga harus menjangkau masyarakat di daerah, termasuk kelompok yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap pembiayaan.
Karena itu, pemerintah berupaya memperkuat perputaran ekonomi dari tingkat bawah agar manfaat pembangunan lebih merata.
Meski demikian, Prabowo belum merinci besaran tambahan anggaran maupun mekanisme penyaluran dana daerah yang dijanjikan dalam pidato tersebut.



