BOGOR, POJOKSATU.id - Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih memiliki banyak kekurangan dalam pelaksanaannya.
Meski demikian, ia menegaskan program tersebut tetap menjadi prioritas strategis pemerintah karena berkaitan dengan masa depan anak-anak Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.
Arahan itu kemudian ditayangkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut mengungkap sejumlah persoalan yang ditemukan dalam pelaksanaan program MBG.
Bahkan, pemerintah telah melakukan pemeriksaan hingga menjatuhkan sanksi terhadap pihak-pihak yang dinilai bermasalah.
Prabowo menegaskan bahwa program MBG memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia.
Namun, ia tidak menampik masih terdapat persoalan yang harus segera diperbaiki.
"MBG strategis, MBG vital, banyak kekurangan dalam pelaksanaan MBG, kita akui," ujar Prabowo.
Menurutnya, berbagai kekurangan tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program.
Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan persoalan terus berlangsung tanpa penanganan yang jelas.
Karena itu, pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran menjadi bagian penting dalam pembenahan MBG.
Walaupun mengakui banyak kekurangan, Prabowo tidak menunjukkan keinginan menghentikan pelaksanaan Makan Bergizi Gratis.
Sebaliknya, ia menegaskan pentingnya keberlanjutan program tersebut dengan pengawasan yang lebih baik.
Pemerintah memandang pemenuhan kebutuhan gizi anak sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Namun, keberhasilan program tidak cukup hanya dinilai berdasarkan jumlah penerima manfaat.
Kualitas makanan, keamanan pangan, pengelolaan anggaran, serta kepatuhan penyelenggara terhadap standar pelayanan juga perlu menjadi perhatian.
Apalagi, program MBG melibatkan proses pengadaan bahan makanan, pengolahan, hingga distribusi kepada penerima.
Setiap tahapan tersebut membutuhkan pengawasan agar makanan yang diberikan benar-benar aman dan memenuhi kebutuhan gizi.



