BOGOR, POJOKSATU.id - Kondisi jalan di sekitar Universitas Pakuan (Unpak), Kota Bogor, kembali menjadi sorotan. Kemacetan lalu lintas dan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang menggunakan trotoar hingga sebagian badan jalan dikeluhkan pengguna jalan.

Kawasan yang menjadi salah satu pusat aktivitas mahasiswa dan masyarakat tersebut dinilai semakin semrawut akibat berbagai aktivitas yang berlangsung di pinggir jalan.

Tak hanya di sekitar kampus, aktivitas PKL juga dilaporkan meluas hingga kawasan jembatan layang yang menjadi akses lalu lintas masyarakat.

Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penataan kawasan dan pengawasan terhadap penggunaan fasilitas umum di sekitar Universitas Pakuan.

PKL Gunakan Trotoar hingga Badan Jalan di Sekitar Unpak

Keberadaan pedagang kaki lima sebenarnya menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan kampus.

Namun, persoalan muncul ketika aktivitas berjualan menggunakan ruang yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki maupun kendaraan.

Trotoar yang digunakan untuk berjualan berpotensi membuat pejalan kaki harus berpindah ke badan jalan.

Sementara itu, lapak yang menempati sebagian ruang jalan dapat mengurangi kapasitas kendaraan yang melintas, terutama ketika volume lalu lintas sedang tinggi.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kawasan Universitas Pakuan merupakan salah satu titik aktivitas pendidikan dan mobilitas masyarakat di Kota Bogor.

Penataan PKL dan Kemacetan Jadi Pekerjaan Rumah Pemkot Bogor

Persoalan PKL di sekitar Universitas Pakuan bukan semata-mata menyangkut aktivitas perdagangan, tetapi juga berkaitan dengan ketertiban ruang publik.

Pemerintah Kota Bogor diharapkan dapat menghadirkan solusi yang mempertimbangkan kepentingan pedagang, pengguna kendaraan, dan pejalan kaki.

Penataan lokasi berjualan, pengawasan penggunaan trotoar, serta pengendalian aktivitas yang menghambat arus kendaraan dapat menjadi bagian dari upaya pembenahan.

Penanganan juga perlu dilakukan secara konsisten agar kawasan yang sudah ditertibkan tidak kembali digunakan untuk aktivitas yang mengganggu fungsi jalan.

Di sisi lain, keberadaan PKL sebagai pelaku usaha kecil tetap perlu diperhatikan melalui pendekatan penataan yang manusiawi.

Sampai Kapan Jalan Sekitar Unpak Bogor Dibiarkan Semrawut?

Keluhan terhadap kondisi jalan sekitar Unpak menjadi pengingat bahwa kenyamanan ruang publik merupakan kebutuhan bersama.

Mahasiswa membutuhkan akses menuju kampus yang aman, pedagang membutuhkan tempat mencari nafkah, sedangkan masyarakat memerlukan jalan yang dapat dilalui tanpa hambatan berlebihan.

Karena itu, penataan kawasan membutuhkan solusi yang tidak hanya mengandalkan penertiban sesaat.