POJOKBOGOR.id – Salah satu penanda kawasan yang paling mudah dikenali masyarakat Kota Bogor kembali berubah wajah.
Area Tugu Anti Narkoba atau yang lebih populer disebut Tugu Narkoba, di kawasan Kedunghalang, Bogor Utara, mulai menjalani renovasi.
Pantauan pada Minggu, 20 September 2026, memperlihatkan sejumlah pekerja melakukan penataan di sekitar monumen. Beberapa bagian kawasan dibongkar dan material pembangunan terlihat berada di sejumlah titik.
Baca Juga: Rumah 2 Lantai di Baranangsiang Terbakar, Damkar Tiba 11 Menit Setelah Laporan
Aktivitas lalu lintas di sekitar simpang tetap berlangsung di tengah proses pengerjaan.
Namun, renovasi kali ini menarik jika ditarik lebih jauh ke belakang.
Tugu tersebut bukan monumen baru. Jejak sejarahnya sudah hampir empat dekade dan berkaitan erat dengan gerakan pemuda Bogor melawan penyalahgunaan narkotika.
Dibangun Sejak 1986
Catatan sejarah menyebut Tugu Narkoba dibangun pada 1986 oleh dua organisasi kepemudaan, yakni KNPI dan Briganti atau Brigadir Anti Narkotik.
Pada masa itu, kawasan Kedunghalang masih berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Bogor sebelum perubahan wilayah menjadikannya bagian dari Kota Bogor.
Bentuk awal monumen menampilkan figur pemuda yang membawa obor dan menginjak simbol jarum suntik yang patah.
Baca Juga: Usai OTT KPK Kasus HGB Bogor, Warga Nagrak Was-was Ramai Pasang Plang 'Tanah Ini Tidak Dijual'
Obor menggambarkan harapan sekaligus semangat generasi muda dalam melawan penyalahgunaan narkotika.
Budayawan sekaligus Ketua Forum Masyarakat dan Sejarawan Bogor Ace Sumanta bahkan pernah menyebut monumen tersebut memiliki nilai sejarah khusus.
“Tugu Narkoba ini menjadi simbol semangat perjuangan kaum muda Bogor dalam memerangi narkoba,” ujar Ace Sumanta, Senin (11/5/2015).
Baca Juga: Jalur Nanggerang–Babakan Waru Ambles, Kawasan Ini Pernah Masuk Zona Rawan Gerakan Tanah
Ace juga menyebut Tugu Narkoba Bogor sebagai tugu anti-narkoba pertama di Indonesia.
Pernyataan tersebut merupakan keterangan sejarah dari tokoh lokal dan belum ditemukan pencatatan nasional yang secara independen menetapkan status tersebut.
Pernah Rusak dan Dianggap Ketinggalan Zaman
Usia panjang membuat kondisi monumen pernah mengalami kerusakan.
Pada pertengahan dekade 2010-an, kondisi patung dilaporkan tidak lagi utuh. Bagian tangan yang dahulu memegang obor mengalami kerusakan, sementara tampilan monumen dinilai tidak lagi sesuai dengan perkembangan kawasan.
Situasi itu kemudian memunculkan pembicaraan mengenai revitalisasi.
Pada 2015 bahkan muncul gagasan untuk mengembangkan kawasan tersebut menjadi Taman Pemuda, sehingga Tugu Narkoba tidak hanya menjadi objek visual, tetapi juga menjadi ruang publik yang berkaitan dengan kreativitas generasi muda.
“Selain mempercantik kawasan tersebut, menambah jumlah taman di Kota Bogor, dengan konsep semangat juang pemuda,” kata Ace Sumanta, Senin (11/5/2015).
Tahun 2017 Pernah Mau Diubah Jadi “Cinta Prestasi”
Dua tahun kemudian, Pemkot Bogor membawa gagasan baru.
Pada 2017, Pemerintah Kota Bogor bersama Bank BJB mengadakan sayembara desain sejumlah tugu dan gapura bertema We Love Bogor.
Taman Tugu Narkoba menjadi satu dari lima titik yang masuk dalam sayembara tersebut. Tema baru yang dipersiapkan adalah Citasi atau Cinta Prestasi.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Bogor ketika itu, Tri Irijanto, menjelaskan perubahan tema tersebut diarahkan untuk memberikan pesan yang lebih positif kepada anak muda.
“Perubahan nama ini untuk memberikan kesan positif dan semangat berprestasi dari anak muda Kota Bogor,” ujar Tri Irijanto, Senin (23/1/2017).
Konsep pembangunan tugu saat itu direncanakan menggunakan dana CSR setelah desain pemenang ditentukan.
Dokumentasi berikutnya menunjukkan Tugu Anti Narkoba memang mengalami perubahan bentuk setelah renovasi pada 2017.
Artinya, pekerjaan yang terlihat pada September 2026 bukan kali pertama monumen tersebut mengalami penataan.
Kini Direnovasi Lagi Menjelang Usia 40 Tahun
Jika dihitung sejak pertama kali dibangun pada 1986, Tugu Narkoba akan memasuki usia 40 tahun pada 2026.
Proses renovasi yang berlangsung saat ini membuat kawasan tersebut kembali mengalami perubahan setelah penataan sebelumnya hampir satu dekade lalu.
Berdasarkan pantauan lapangan Minggu, pekerja terlihat membongkar dan mengerjakan kembali sejumlah bagian di sekitar tugu.
Baca Juga: Dua Pria Pembuat Video 'A Day In My Life' di Bogor Dipastikan Bukan Seorang Pelajar
Namun hingga penelusuran dilakukan, belum ditemukan keterangan resmi Pemkot Bogor mengenai nilai anggaran, sumber pembiayaan, kontraktor, desain akhir maupun target penyelesaian renovasi 2026.
Belum diketahui pula apakah pekerjaan hanya berupa penataan taman dan fasilitas sekitar atau mencakup perubahan bentuk utama monumen.
Karena itu, angka anggaran maupun target penyelesaian sebaiknya tidak dicantumkan sebelum ada keterangan dari perangkat daerah terkait.
Bukan Sekadar Nama Persimpangan
Dalam perkembangannya, istilah “Tugu Narkoba” justru semakin melekat sebagai nama kawasan.
Titik tersebut berada di jalur strategis yang menghubungkan Jalan KS Tubun dan Jalan Sholeh Iskandar serta berdekatan dengan akses Bogor Outer Ring Road.
Nama Tugu Narkoba juga digunakan sebagai nama titik pemberhentian transportasi publik. Dalam jaringan BisKita Trans Pakuan, terdapat titik Tugu Narkoba 1 dan Tugu Narkoba 2.
Lokasinya bahkan digunakan Pemerintah Kota Bogor sebagai salah satu titik pemantauan kualitas udara ambien untuk kategori kawasan transportasi.
Baca Juga: Dua Pria Pembuat Video 'A Day In My Life' di Bogor Dipastikan Bukan Seorang Pelajar
Artinya, monumen tersebut telah berkembang dari sebuah simbol kampanye anti-narkoba menjadi penanda geografis yang digunakan masyarakat untuk menyebut salah satu simpang penting di Kota Bogor.
Renovasi Datang Saat Bogor Perkuat Pencegahan Narkoba
Ada konteks lain yang membuat renovasi Tugu Narkoba pada 2026 relevan.
Kota Bogor telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2025 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif. Perda itu ditetapkan pada 27 Oktober 2025.
Sebelumnya, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim juga menemui Kepala BNN RI pada Maret 2025 untuk memperkuat kerja sama penanganan penyalahgunaan narkotika, terutama di kalangan remaja.
“Maka saya perlu bersama pimpinan OPD bersilaturahmi dengan Kepala BNN Pusat untuk meminta arahan dan petunjuk bagaimana ke depannya agar sinergi dan kolaborasi antara BNN Pusat dengan Pemkot Bogor dapat menekan jumlah pengguna narkoba di Kota Bogor,” ujar Dedie A. Rachim, Rabu (19/3/2025).
Baca Juga: Duh... Video Gay 'A Day In My Life' di Bogor Banyak Dicari Netizen
BNN saat itu juga mencatat perhatian Pemkot terhadap penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja serta kaitannya dengan sejumlah persoalan sosial yang ditangani pemerintah daerah.
Renovasi Bukan Hanya Soal Tampilan
Dengan sejarah tersebut, penataan Tugu Narkoba memiliki dimensi yang lebih besar daripada sekadar memperbaiki taman di tengah persimpangan.
Monumen ini lahir dari gerakan pemuda pada 1986, pernah mengalami kerusakan, dipugar, sempat diarahkan membawa pesan Cinta Prestasi, kemudian bertahan menjadi nama kawasan hingga sekarang.
Renovasi 2026 membuka pertanyaan menarik: apakah wajah baru Tugu Narkoba nantinya hanya mempercantik simpang, atau sekaligus menghidupkan kembali pesan awal monumen sebagai simbol perlawanan terhadap penyalahgunaan narkotika?
Baca Juga: Mulai Oktober 2026, Portal Bansos Digital Perlinsos Diproyeksikan Diakses 50 Juta Masyarakat
Hampir empat dekade setelah pertama kali berdiri, kawasan itu sudah berubah drastis.
Jalan semakin padat, BORR berdiri di sekitarnya, transportasi publik menjadikan namanya sebagai titik pemberhentian, dan kebijakan pencegahan narkotika Kota Bogor juga berkembang.
Kini, Tugu Narkoba kembali dibenahi di tengah perubahan tersebut.


.webp)
