POJOKBOGOR.id - Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro menyebut guru spiritual berinisial AN, yang praktik pengobatannya menyebabkan tiga orang meninggal dunia, ternyata telah menjalani profesi ini sejak 2005.

AKBP Rio mengungkapkan, selain menjalani pengobatan alternatif untuk berbagai macam penyakit. Dia juga menjual minyak gondo mayit seharga Rp2 juta.

"Dari tahun 2005 dia mengakui dirinya bahwa dirinya bisa melakukan pengobatan dengan semua macam penyakit. Ini adalah pengobatan alternatif atau bisa dikatakan dukun jadi dia sampai saat ini dari hasil pemeriksaan masih sendiri, kami tidak pernah berhenti apabila ditemukan ada keterkaitan orang lain yang terlibat maka kita akan proses," tegas AKBP Rio Wahyu Anggoro, Selasa (18/7).

Baca Juga: Guru Spiritual yang Tewaskan Tiga Orang di Danau Kuari Cigudeg Terancam 5 Tahun Penjara

Polres Bogor menetapkan seorang guru spiritual berinisial AN, usai praktik pengobatannya menewaskan tiga orang di Danau Kuari, Kecamatan Cigudeg,  Kabupaten Bogor, pada Kamis (13/7).

Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro menjelaskan, guru spiritual tersebut sedang melakukan pengobatan alternatif pada salah satu korban tenggelam berinisial DP (20) yang memiliki keterbelakangan mental.

"DP ini masyarakat yang mengalami keterbelakangan mental sehingga dilakukan pengobatan. Jadi keluarga datang ke rumah AN dan langsung dimandikan di danau itu," jelas AKBP Rio Wahyu Anggoro, Selasa (18/7).

Baca Juga: Tiga Orang Tenggelam di Danau Kuari Kabupaten Bogor Setelah Berobat Alternatif, Ini Identitasnya

Keluarga pun setuju dan membawa DP ke Danau Kuari untuk dimandikan, sambil dijaga oleh beberapa anggota keluarga sekitat pukul 22.00 WIB. Namun, saat akan dimandikan DP berontak lalu masuk ke danau.

Dua orang yang coba memberikan pertolongan, Cecep (25) dan Badrussalam (25) justru ikut tenggelam hingga ditemukan keesokan harinya oleh tim SAR gabungan tidak bernyawa.

"Akibat perbuatan AN kami menerapkan pasal 359, yaitu kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain dengan ancaman 5 tahun penjara," tegas AKBP Rio Wahyu Anggoro.

Baca Juga: Tol Puncak-Cianjur segera Dibangun, Habiskan Rp20 Triliun

Dia menjelaskan, berdasar keterangan AN, ada beberapa penyakit yang susah disembuhkan di rumah, seperti keterbelakangan mental, maka harus dimandikan di Danau Kuari tersebut.

"Jadi kepada warga Bogor, saya imbau kalau sakit datang ke rumah sakit untuk mendapat pengobatan," kata dia. ***