POJOKBOGOR.id - Jalan Tol Puncak-Cianjur, akan dilelang pada 2024. Anggaran yang disiapkan pun fantastis mencapai Rp20 triliun. Jalan tol itu, memiliki bentang 50,09 kilometer dan diharapkan dapat menjadi solusi kemacetan di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebut pembangunan Jalan Tol Puncak-Cianjur dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Jalan Tol Puncak-Cianjur mulai diproses dan segera dibangun untuk mengurangi kemacetan belasan tahun dan meningkatkan ekonomi di wilayah yang menjadi favorit pariwisata ini," kata Ridwan Kamil dalam unggahan akun Instagram @ridwankamil, Minggu (16/7).

Baca Juga: Plt Bupati Bogor Sebut Sepeda Motor Seperti Pasir saat Libur Lebaran di Jalur Puncak

Ridwan Kamil menyebut, jalan Tol Puncak-Cianjur merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bogor yang kerap menjadi korban kemacetan di Jalur Puncak.

Ridwam Kamil menyebut wilayah yang akan dilewati jalan Tol Puncak-Cianjur yakni mulai Kecamatan Caringin, Megamendung di Kabupaten Bogor hingga keluar di Kabupaten Cianjur.

"Dari Caringin, Megamendung, sampai Cianjur, yang nanti akan disambung dari Cianjur ke Padalarang. Nanti bisa disambung oleh Tol Cigatas ke Garut-Tasik-Ciamis-Banjar-Pangandaran, yang sedang dalam proses pembebasan lahan," jelas Ridwan Kamil.

Baca Juga: Cobain Bakso Enak di Puncak Bogor, Lokasinya Mudah Dijangkau

Menurut Ridwan Kamil, jika Tol Puncak-Cianjur mulai beroperasi bersamaan dengan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) akan mendongkrak perekonomian Jawa Barat. "Jalur Jawa Barat Selatan akan kuat ekonomi dan jalur infrastruktur jalannya," ujarnya.

Pembangunan Tol Puncak-Cianjur akan dibagi dalam lima seksi. Seksi I sepanjang 11,6 kilometer, seksi II sepanjang 6,9 kilometer, seksi III sepanjang 9,7 kilometer, seksi IV sepanjang 7,3 kilometer dan seksi V sepanjang 16,3 kilometer. ***