POJOKBOGOR.id - Penanganan timbunan sampah di TPAS Galuga, Kabupaten Bogor, disiapkan melalui lebih dari satu teknologi.

Selain Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), pemerintah juga menyiapkan fasilitas pirolisis yang ditujukan untuk mengolah timbunan sampah lama di kawasan Galuga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor Teguh Mulya mengatakan, kedua proyek tersebut memiliki nilai investasi yang jika digabungkan mencapai sekitar Rp3,4 triliun.

Baca Juga: 1.500 Ton Sampah Bogor per Hari Bakal Diolah Jadi Listrik, Potensinya Terangi 100 Ribu Rumah

Rinciannya, PSEL memiliki nilai investasi sekitar Rp2,8 triliun. Sementara proyek pirolisis diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp600 miliar.

“Adapun nilai investasinya untuk PSEL itu adalah Rp2,8 triliun dan pirolisis ini kalau jadi juga itu investasinya Rp600 miliar,” kata Teguh Mulya, Kamis (17/9/2026).

Berbeda dengan PSEL yang diprioritaskan untuk menangani sampah harian, fasilitas pirolisis akan menyasar timbunan lama yang selama ini berada di kawasan Galuga.

Baca Juga: Rudy Susmanto Bicara Masa Depan Bogor Barat: Gunungan Sampah Galuga Ditargetkan Berubah

Teguh menjelaskan, material seperti plastik dari timbunan lama tersebut nantinya dapat diambil kembali melalui metode landfill mining sebelum masuk ke proses pirolisis.

Teknologi tersebut ditargetkan menghasilkan bahan bakar dari hasil pengolahan sampah.

“Pirolisis itu adalah pengolahan sampah untuk biosolar,” ujar Teguh.

Untuk penanganan sampah lama tersebut, Pemkab Bogor disebut menjalin kerja sama dengan pihak TNI Angkatan Darat.

Baca Juga: Pasar Rumah dan Apartemen Lesu, Properti1.com Gratiskan Listing

Sementara itu, PSEL memiliki skema pengolahan yang berbeda. Fasilitas tersebut akan mengandalkan pasokan sampah yang dihasilkan setiap hari dari wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

“Yang jelas pirolisis mengambil sampah yang di Galuga. Tapi kalau untuk PSEL, sampah harian,” kata Teguh.

Meski demikian, timbunan sampah di Galuga tetap dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku PSEL apabila pasokan sampah harian tidak memenuhi kebutuhan fasilitas.

Baca Juga: Rudy Susmanto Ungkap PSEL Galuga Belum Bisa Tuntaskan Seluruh Sampah Bogor

“Kalau nggak cukup sampah harian, mereka akan mengambil sampah yang di Galuga,” ujarnya.

Kerja sama pengelolaan sampah tersebut dirancang untuk berlangsung dalam jangka panjang.

Teguh menyebut durasi kerja sama mencapai 30 tahun dengan tujuan membantu membersihkan timbunan sampah di Galuga secara bertahap.

“Jadi ini terus kita kerjasamakan dalam 30 tahun ke depan untuk bisa membersihkan sampah di Galuga,” kata Teguh.

Baca Juga: Tak Hanya Jadi Listrik, Timbunan Sampah 34 Tahun di Galuga Bakal Diproses Jadi Bahan Bakar

Menurut Teguh, proyek tersebut tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan persoalan sampah dan lingkungan.

Dalam jangka panjang, perubahan kondisi kawasan juga diharapkan dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi.

Ia menyebut kawasan Galuga berpeluang mengalami perkembangan seiring dengan proses pemulihan lingkungan.

Baca Juga: Zulhas Tegaskan Open Dumping Tak Boleh Lagi, PSEL Bogor Raya 1 Ditargetkan Rampung 2027

“Tidak hanya udara bersih, lingkungan bersih, tapi juga ekonomi terus bergerak di Kabupaten Bogor,” tuturnya.

Teguh menilai perubahan kondisi kawasan nantinya dapat berdampak pada berbagai aktivitas ekonomi, termasuk perkembangan perumahan, kawasan bisnis, hingga nilai tanah di sekitar Galuga.

Namun, hal tersebut masih menjadi gambaran dan target jangka panjang yang sangat bergantung pada keberhasilan pengelolaan sampah serta proses pemulihan kawasan.

Baca Juga: Rudy Susmanto Ungkap Produksi Sampah Bogor Masih Surplus, PSEL Belum Mampu Tampung Semua

Dengan skema tersebut, PSEL dan pirolisis memiliki fungsi yang berbeda.

PSEL diarahkan untuk mengolah sampah harian menjadi energi, sedangkan pirolisis ditujukan untuk menangani timbunan lama melalui proses landfill mining.

Pemkab Bogor berharap kombinasi kedua fasilitas tersebut dapat membantu mengurangi timbunan sampah di Galuga secara bertahap sekaligus mengubah sistem pengelolaan sampah menjadi lebih modern.

Pemerintah Kabupaten Bogor sebelumnya juga telah menyepakati kerja sama pengelolaan sampah yang diarahkan untuk mendukung fasilitas PSEL di Galuga.