POJOKBOGOR.id - Bupati Bogor Rudy Susmanto memandang pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Galuga sebagai lebih dari sekadar proyek pengelolaan sampah.
Menurut Rudy, keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mengubah wajah Bogor Barat yang selama puluhan tahun berdampingan dengan kawasan tempat pembuangan sampah.
Dalam wawancara pada Kamis (17/9/2026), Rudy mengungkapkan pandangannya mengenai kondisi Galuga dalam 10 hingga 15 tahun mendatang.
Baca Juga: Pasar Rumah dan Apartemen Lesu, Properti1.com Gratiskan Listing
Ia menilai perubahan sistem pengelolaan sampah dapat membuka peluang bagi pemulihan lingkungan sekaligus mendorong perkembangan kawasan di sekitar Bogor Barat.
“Yang harus kita patut kita lihat adalah bagaimana 10-15 tahun ke depan di tempat kita berdiri,” kata Rudy Susmanto, Kamis (17/9/2026).
Rudy menyebut keberadaan TPA selama ini turut menjadi salah satu pertimbangan bagi aktivitas investasi di kawasan Galuga.
Baca Juga: Rudy Susmanto Ungkap PSEL Galuga Belum Bisa Tuntaskan Seluruh Sampah Bogor
“Saat hari ini, dunia investasi pasti akan enggan masuk ke wilayah Galuga. Tidak ada mal yang mau dibangun di sini. Tidak ada perumahan yang dengan segmen menengah ke atas yang dibangun di sini,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap modernisasi pengelolaan sampah dapat berjalan beriringan dengan pemulihan kondisi lingkungan dan membuka ruang bagi perkembangan kawasan.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Rudy adalah kualitas air tanah. Menurut dia, pemulihan kondisi lingkungan membutuhkan waktu panjang sehingga langkah perbaikan perlu dimulai sejak sekarang.
Baca Juga: Tak Hanya Jadi Listrik, Timbunan Sampah 34 Tahun di Galuga Bakal Diproses Jadi Bahan Bakar
“Pada saat 10-15 tahun ke depan inilah masa depan Kabupaten Bogor, dimana air tanah kondisi sudah rusak kita harus melakukan recovery perbaikan dari sekarang,” kata Rudy.
Ia menegaskan, pembangunan PSEL tidak dapat dilihat sebagai solusi instan. Proses penataan kawasan Galuga membutuhkan tahapan dan waktu yang cukup panjang.
Selain mengolah sampah baru menjadi energi listrik, pemerintah juga menyiapkan teknologi pirolisis untuk menangani timbunan sampah lama.
Baca Juga: Zulhas Tegaskan Open Dumping Tak Boleh Lagi, PSEL Bogor Raya 1 Ditargetkan Rampung 2027
Sebelumnya, Rudy menyebut timbunan sampah di lahan sekitar 40 hektare ditargetkan dapat ditangani dalam waktu tujuh hingga 10 tahun. Setelah timbunan tersebut berkurang, lahan diharapkan bisa kembali dimanfaatkan secara produktif.
Rudy bahkan berharap penanganan tersebut pada akhirnya dapat mengembalikan kondisi lingkungan Bogor Barat secara bertahap.
“Kita berupaya bersama-sama mengembalikan kondisi lingkungan seperti awal mula sebelum TPA berdiri dan juga memberikan masa depan yang lebih baik kepada masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya Bogor di wilayah barat,” tuturnya.
Baca Juga: Rudy Susmanto Ungkap Produksi Sampah Bogor Masih Surplus, PSEL Belum Mampu Tampung Semua
Menurut Rudy, perubahan tersebut bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan hanya dalam hitungan satu atau dua tahun. Pembangunan PSEL menjadi salah satu tahap awal menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih modern.
PSEL Bogor Raya 1 sendiri ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II hingga kuartal III 2028.



