POJOKBOGOR.id – Kehadiran PSEL Bogor Raya 1 di kawasan Galuga menjadi langkah baru dalam pengelolaan sampah. Namun, fasilitas tersebut ternyata belum mampu menampung seluruh timbulan sampah yang dihasilkan Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkapkan kapasitas PSEL yang dibangun saat ini masih berada di bawah jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari.

Fasilitas tersebut diproyeksikan mampu mengolah sekitar 1.500 hingga 2.000 ton sampah per hari.

Baca Juga: Tak Hanya Jadi Listrik, Timbunan Sampah 34 Tahun di Galuga Bakal Diproses Jadi Bahan Bakar

Sementara itu, Kabupaten Bogor sendiri diperkirakan menghasilkan sekitar 3.000 ton sampah setiap hari. Angka tersebut belum termasuk produksi sampah dari Kota Bogor.

Rudy menyampaikan kondisi tersebut saat memberikan keterangan dalam agenda pembangunan PSEL Bogor Raya 1 pada Kamis (17/9/2026).

“Karena sampah, timbulan sampah dari Kabupaten Bogor sendiri dengan jumlah penduduk 6.100.000 jiwa kalau 6.000.000 maka satu penduduk menghasilkan setengah kilogram sampah per hari, maka Kabupaten Bogor sendiri ada 3.000 ton per hari belum ditambah Pemerintah Kota Bogor,” kata Rudy Susmanto, Kamis (17/9/2026).

Baca Juga: Zulhas Tegaskan Open Dumping Tak Boleh Lagi, PSEL Bogor Raya 1 Ditargetkan Rampung 2027

Dengan perbandingan tersebut, Rudy menegaskan fasilitas PSEL yang dibangun belum dapat menyelesaikan seluruh persoalan sampah di wilayah Bogor.

“Dengan kondisi pabrik yang didirikan sekarang belum dapat menyelesaikan 100 persen,” tegasnya.

Meski begitu, Rudy menilai keberadaan PSEL tetap menjadi bagian penting dari perubahan sistem pengelolaan sampah di Bogor.

Baca Juga: Rudy Susmanto Ungkap Produksi Sampah Bogor Masih Surplus, PSEL Belum Mampu Tampung Semua

Pemerintah Kabupaten Bogor juga tidak hanya mengandalkan fasilitas pengolahan di Galuga. Pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga hingga wilayah akan terus didorong.

Langkah tersebut ditujukan untuk mengurangi volume sampah yang harus dibawa ke Galuga setiap harinya.

“Kita juga programnya terus berjalan, pengelolaan sampah di tingkat wilayah masing-masing,” ujar Rudy.

Baca Juga: PSEL Bogor Raya 1 Ditargetkan Rampung 2 Tahun, Menteri LH Soroti Sampah Bogor yang Terus Bertambah

Artinya, pengelolaan sampah ke depan tidak hanya berfokus pada proses akhir di tempat pengolahan. Pemkab Bogor juga ingin memperkuat pengurangan sampah sejak dari sumbernya.

Di sisi lain, keterbatasan kapasitas PSEL tidak berarti fasilitas tersebut akan kekurangan bahan baku.

Rudy justru menyebut jumlah sampah yang tersedia saat ini masih lebih besar dibandingkan kapasitas pengolahan yang direncanakan.

Baca Juga: Bayu Zulkarnaen Muncul di Sukabumi? Dedie Rachim: Kalau Benar Harus Diproses

“Untuk kondisi hari ini masih surplus,” kata Rudy.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan utama yang dihadapi Bogor bukan sekadar mencari pasokan sampah untuk PSEL, tetapi bagaimana mengurangi timbulan sampah secara keseluruhan.

Dengan kombinasi pengurangan sampah dari sumbernya dan pengolahan melalui PSEL, pemerintah berharap beban Galuga dapat ditekan secara bertahap.