POJOKBOGOR.ID - Banyak Bapak/Ibu guru merasa lebih “aman” ketika memiliki dua sertifikat pendidik.

Harapannya sederhana, bisa mengajar lebih fleksibel dan memenuhi jam 24 lebih mudah.

Tapi kenyataannya di lapangan justru sebaliknya dua sertifikat ini kadang malah bikin Info GTK tidak valid.

Baca Juga: Formasi ASN 2026 Mulai Disusun, Pemkab Aceh Besar Prioritaskan Efisiensi Pelayanan

Kok bisa? Nah, ini yang perlu kita luruskan bersama, supaya tidak salah langkah dan tidak merugikan diri sendiri.

Kenapa Dua Sertifikat Tidak Selalu Menguntungkan?

Secara aturan, memiliki lebih dari satu sertifikat pendidik memang diperbolehkan.

Namun dalam sistem Dapodik dan Info GTK, tidak semua sertifikat otomatis diakui sekaligus.

Baca Juga: ASN Bogor Wajib Tahu! WFH Setiap Jumat Disertai Imbauan Pakai Sepeda demi Hemat Energi dan BBM

Artinya, walaupun Bapak/Ibu punya dua sertifikat, sistem biasanya hanya mengakui satu yang aktif sebagai dasar perhitungan linearitas dan jam mengajar.

Nah, di sinilah sering terjadi kesalahan.

Guru mengajar dua mata pelajaran berdasarkan dua sertifikat, tapi sistem hanya membaca satu.

Akibatnya, sebagian jam dianggap tidak linier.

Cara Kerja Sistem Pengakuan Sertifikasi di Dapodik

Bapak/Ibu perlu tahu, Dapodik memiliki mekanisme sendiri dalam membaca sertifikasi.

Data sertifikat yang diakui adalah yang sudah terverifikasi dan terhubung dengan data pusat.

Kalau ada dua sertifikat, maka:

1. Sistem akan mengutamakan satu sertifikat utama

2. Mapel yang diakui harus sesuai dengan sertifikat tersebut

3. Mapel di luar sertifikat aktif tidak dihitung sebagai jam linier

Baca Juga: Disiplin ASN Disorot Usai Lebaran 2026! Sekda Morotai Ancam Putus Kontrak PPPK bagi yang Mangkir Tiga Kali

Jadi meskipun Bapak/Ibu mengajar 24 jam atau lebih, kalau tidak sesuai dengan sertifikat yang diakui, tetap saja dianggap kurang.

Masalah yang Sering Terjadi di Lapangan

Ini beberapa kasus yang sering terjadi dan bikin GTK tidak valid:

1. Mengajar dua mapel dari dua sertifikat, tapi hanya satu yang diakui

2. Tidak mengecek sertifikat mana yang aktif di Dapodik

3. Mengira semua jam otomatis dihitung sistem

Baca Juga: Gaji ke-13 ASN 2026 Diprediksi Cair Juni-Juli, Ini Daftar Komponen dan Rincian Nominalnya

Padahal, sistem itu cukup “ketat” membaca linearitas.

Tidak bisa berdasarkan asumsi.

Dampaknya ke Info GTK dan Tunjangan Guru

Kalau jam tidak linier, maka otomatis tidak dihitung sebagai pemenuhan 24 jam.

Akibatnya:

1. Status Info GTK tidak valid

2. SKTP tidak terbit

3. TPG tertunda

Padahal, secara realita Bapak/Ibu sudah mengajar penuh.

Baca Juga: Jangan Lewat 15 April! Cut Off Dapodik Jadi Penentu Cair Tidaknya TPG, Guru Diminta Segera Sinkronisasi Data Terbaru

Ini yang sering bikin kecewa.

Solusi Agar Dua Sertifikat Tidak Jadi Masalah

Supaya tidak terjebak di kondisi ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Cek sertifikat mana yang aktif di Dapodik

2. Fokus mengajar sesuai sertifikat yang diakui sistem

3. Pastikan mapel sesuai dengan kode linearitas

4. Koordinasi dengan operator sekolah untuk validasi data

Baca Juga: Gaji ke-13 ASN 2026 Diprediksi Cair Juni-Juli, Ini Daftar Komponen dan Rincian Nominalnya

Kalau memang ingin menggunakan dua sertifikat, pastikan keduanya sudah benar-benar terdata dan diakui di sistem pusat.

Yuk, Lebih Teliti Biar Tidak Rugi Sendiri

Bapak/Ibu, masalah seperti ini sering terjadi bukan karena aturan yang rumit, tapi karena kurangnya informasi.

Punya dua sertifikat memang bisa jadi keuntungan, tapi kalau tidak dipahami sistemnya, justru bisa jadi bumerang.

Lebih baik fokus pada data yang benar dan sesuai sistem, daripada banyak jam tapi tidak diakui.

Pada akhirnya, kunci utama ada di pemahaman.

Jangan sampai sudah capek mengajar, tapi hak tidak cair hanya karena persoalan teknis.

Yuk, mulai cek lagi data masing-masing.

Siapa tahu, masalahnya ada di hal kecil yang selama ini tidak disadari.***