POJOKBOGOR.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi memulai Ramadhan Leadership Camp sebagai upaya memperkuat kepemimpinan dan karakter aparatur sipil negara (ASN).

Kegiatan ini dibuka langsung dalam sebuah upacara di Aula Arafah, Asrama Haji Makassar, Minggu, 22 Februari 2026.

Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan spiritual dan penguatan integritas ASN, bukan sekadar peningkatan kapasitas teknis semata.

 

Dibuka di Asrama Haji Makassar

Kegiatan pembukaan digelar oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulawesi Selatan dan diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur ASN lingkup Pemprov Sulsel.

Baca Juga: Hanya PNS dan PPPK Penuh Waktu, PPPK Paruh Waktu Kudus Tak Dapat THR, Ini Penyebabnya

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan bahwa Ramadhan Leadership Camp dirancang sebagai pembekalan komprehensif bagi ASN.

Tidak hanya memperkuat wawasan kebangsaan dan pemahaman program prioritas pemerintah, tetapi juga membangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Sejumlah unsur Forkopimda Sulsel dan lembaga vertikal juga hadir dalam pembukaan tersebut.

 

Fokus Integritas dan Spiritualitas

Kepala BPSDM Sulsel, Prof. Muhammad Jufri, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program prioritas Gubernur yang bertujuan memperkuat kapasitas ASN secara holistik.

Baca Juga: Nasib Gaji PPPK Maret 2026 Belum Pasti, Pemda Masih Evaluasi Puluhan Pegawai, Ini Penjelasannya

“Kegiatan ini tidak hanya soal teknis dan manajerial, tetapi juga integritas, karakter kepemimpinan, dan penguatan spiritual ASN,” ujarnya.

Menurutnya, ASN saat ini dituntut profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan tata kelola pemerintahan yang semakin kompleks.

Ramadhan dinilai sebagai momentum tepat untuk menanamkan nilai amanah, kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab.

 

938 Peserta Ikut Pembinaan

Total peserta yang mengikuti Ramadhan Leadership Camp mencapai 938 orang. Rinciannya:

735 pejabat struktural lingkup Pemprov Sulsel

100 kepala sekolah

Baca Juga: Jam Kerja ASN Ciamis Selama Ramadan Resmi Disesuaikan, Ini Jadwal Lengkapnya

16 direksi BUMD

Serta panitia pelaksana yang juga menjadi peserta

Para peserta mengikuti materi strategis seperti Kebijakan Nasional bertema Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam ASTA CITA.

Lalu, ada Wawasan Kebangsaan, hingga Success Story Swasembada Pangan.

Baca Juga: ASN Wajib Aktivasi MFA! Ini Cara Login ASN Digital BKN 2026 dan Fitur Terbaru SuperApp

Selain itu, ada juga materi Spiritual Leadership yang membahas rukun iman dan penguatan nilai religius.

 

Ada Pre-Test dan Hafalan Juz 30

Untuk mengukur pemahaman peserta, panitia menerapkan sistem evaluasi melalui pre-test dan post-test di setiap sesi materi.

Khusus aspek spiritual, peserta juga diwajibkan menyetor hafalan Juz 30 kepada ustaz dan ustazah pendamping sebelum salat tarawih berjamaah.

Langkah ini diharapkan mampu membangun keseimbangan antara kapasitas intelektual, emosional, dan spiritual ASN.

Ramadhan Leadership Camp menjadi langkah konkret Pemprov Sulsel dalam membangun ASN yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga berintegritas dan berkarakter kuat.

Dengan melibatkan 938 peserta, program ini diharapkan melahirkan pemimpin birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Baca Juga: Ramai Jadi Sorotan! Kemenkeu Klarifikasi Ucapan Purbaya Terkait Gugatan Guru Honorer

Momentum Ramadhan pun dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan moral dan spiritual demi tata kelola pemerintahan yang lebih baik.***