BOGOR, POJOKBOGOR.id , Pengalaman Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor dalam mengelola layanan air minum menarik perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Solok, Sumatera Barat. Pemkot Solok bahkan menjajaki kerja sama untuk mempelajari strategi pengurangan kehilangan air, penerapan teknologi, hingga pengembangan laboratorium pengujian kualitas air.
Ketertarikan tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra beserta jajaran ke Kota Bogor, Rabu (21/10/2026). Rombongan terlebih dahulu mendatangi kantor Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor sebelum bertemu Wali Kota Bogor Dedie Rachim di Paseban Suradipati, Balai Kota Bogor.
Kunjungan ini tidak sekadar menjadi ajang studi banding, tetapi juga membuka peluang transfer pengetahuan dan pengalaman antardaerah untuk memperkuat kualitas pelayanan air minum kepada masyarakat.
Sejumlah aspek menjadi perhatian Pemkot Solok, mulai dari upaya menekan tingkat kehilangan air, pemanfaatan teknologi Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), hingga pengembangan laboratorium untuk memastikan kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam, Dedie Rachim memaparkan bahwa layanan air bersih Perumda Tirta Pakuan telah menjangkau sekitar 200 ribu kepala keluarga (KK) dari total 320 ribu KK di Kota Bogor.
Menurut Dedie, pengalaman Tirta Pakuan juga tercermin dari kontribusi sumber daya manusianya. Sejumlah mantan pegawai perusahaan daerah tersebut kini dipercaya berkiprah di perusahaan air minum daerah lain, termasuk di Jember dan Sidoarjo.
“Alhamdulillah, banyak alumni PDAM Kota Bogor yang dipercaya dan berkiprah di PDAM daerah lain. Selain itu, Kota Bogor juga memiliki training center berkapasitas empat kelas, dengan masing-masing kelas mampu menampung 30 orang. Jika ingin belajar lebih detail, Kota Solok bisa mengirimkan stafnya untuk mengikuti pelatihan,” jelas Dedie.
Dukungan terhadap pengembangan kapasitas sumber daya manusia itu diharapkan dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi penguatan kerja sama kedua daerah. Dengan berbagi pengalaman dan keahlian, praktik pengelolaan yang telah diterapkan di Bogor berpeluang menjadi referensi bagi peningkatan layanan air minum di Kota Solok.
Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti penjajakan tersebut. Salah satu rencana yang disiapkan adalah pendampingan oleh staf Tirta Pakuan untuk membantu pengembangan laboratorium Perumda Air Minum Pincuran Gadang Kota Solok.
Pendampingan itu diarahkan untuk mendukung penerapan sistem pengendalian dan penjaminan kualitas (quality control) air, sehingga kemampuan pengujian laboratorium dapat semakin menunjang mutu pelayanan kepada pelanggan.
Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan setelah dirinya memperoleh informasi mengenai pengelolaan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor dan ingin melihat langsung praktik yang diterapkan.
“Saya mendapatkan cerita tentang Tirta Pakuan Kota Bogor. Saya langsung bilang ikut ke Kota Bogor agar mengetahui langkah-langkah yang diterapkan dan, kalau bisa, menindaklanjutinya. Kalau pun belum bisa, kami akan mengirimkan karyawan untuk magang,” kata Ramadhani.
Selain agenda kedinasan, Ramadhani juga mengungkapkan kekagumannya terhadap Kota Bogor. Sebelum menjalani rangkaian kunjungan kerja, ia menyempatkan diri berolahraga pagi di kawasan pedestrian sekitar Kebun Raya Bogor dan Istana Kepresidenan Bogor.
Penjajakan kerja sama ini diharapkan menjadi awal kolaborasi konkret antara Perumda Tirta Pakuan dan Perumda Air Minum Pincuran Gadang, terutama dalam memperkuat efisiensi operasional, meningkatkan kompetensi pegawai, dan menjaga kualitas air minum bagi masyarakat.



