BOGOR, POJOKBOGOR.id - Berawal dari usaha hijab pada 2024, Ajeng Azane kini mengembangkan bisnis fesyen muslim Azane dengan memperluas variasi produk dan menjangkau pasar internasional.
Pelaku usaha asal Kota Bogor ini memanfaatkan platform digital untuk memperkuat penjualan sekaligus membuka peluang ekspor melalui Program Ekspor Shopee FLEXI.
Dijalankan dalam skala industri rumahan dengan dukungan empat karyawan, Azane kini memproduksi beragam busana muslim, mulai dari hijab, khimar, abaya hingga gamis syar’i. Kapasitas produksinya mencapai 1.000 produk per bulan.
Perkembangan usaha tersebut tidak terlepas dari strategi pemasaran digital yang diterapkan Ajeng. Berbekal pengalaman di bidang komunikasi pemasaran, ia memanfaatkan berbagai fitur lokapasar untuk memperluas jangkauan konsumen, meningkatkan visibilitas produk, dan mendorong pertumbuhan penjualan.
Strategi tersebut terlihat dari peningkatan penjualan selama periode kampanye belanja. Berdasarkan data perusahaan, penjualan Azane selama kampanye Big Ramadan Sale meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa. Sementara itu, pada kampanye Tanggal Kembar dan Gajian Sale, penjualan meningkat hingga 30 persen dibandingkan periode normal.
“Penjualan Azane meningkat saat kampanye Shopee. Berdasarkan data perusahaan, penjualan kami selama Big Ramadan Sale bisa meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa,” ungkap Ajeng, Rabu (21/10/2026).
Untuk mendukung strategi pemasaran, Azane memanfaatkan sejumlah fitur Shopee, antara lain Iklan Shopee, Voucher Diskon Toko, Gratis Ongkir XTRA, Shopee Live, Affiliate Marketing Solution, serta berbagai kampanye bulanan.
Pemanfaatan fitur tersebut membantu Azane memperkenalkan produknya kepada calon pembeli sekaligus menjaga daya saing di tengah persaingan industri fesyen muslim yang semakin kompetitif.
Perluas Produk, Pertahankan Fokus Fesyen Muslim
Pada tahap awal, Azane berfokus pada penjualan hijab. Seiring perkembangan usaha dan kebutuhan konsumen, Ajeng kemudian memperluas lini produknya dengan menghadirkan khimar, abaya, dan gamis syar’i.
Diversifikasi ini menjadi langkah untuk menjangkau kebutuhan konsumen yang lebih beragam, sekaligus memperkuat posisi Azane di pasar fesyen muslim.
“Pengembangan variasi produk menjadi bagian dari upaya kami memenuhi kebutuhan konsumen di pasar fesyen muslim. Dengan kapasitas produksi hingga 1.000 produk per bulan dan dukungan empat karyawan, kami terus berupaya mengembangkan usaha dari skala industri rumahan,” jelasnya.
Pengembangan bisnis tersebut juga menuntut Ajeng untuk menjaga keseimbangan antara permintaan pasar dan kemampuan produksi. Konsistensi kualitas produk menjadi salah satu perhatian agar pertumbuhan penjualan dapat berjalan seiring dengan keberlanjutan usaha.
Buka Peluang Pasar Internasional
Selain memperkuat penjualan domestik, Azane mulai menjajaki pasar luar negeri melalui Program Ekspor Shopee FLEXI. Program ini membuka peluang bagi produk fesyen muslim buatan Indonesia untuk menjangkau konsumen internasional melalui ekosistem perdagangan digital.
Bagi Ajeng, lokapasar tidak hanya menjadi sarana transaksi, tetapi juga kanal strategis untuk menemukan pelanggan yang sesuai dengan target pasar. Ia menilai potensi pasar perlu dipertimbangkan bersama biaya operasional dan potongan transaksi yang berlaku.
“Shopee memiliki pasar fesyen muslim yang besar dan matang, sehingga kami bisa menjangkau pelanggan sesuai dengan target pasar. Shopee juga memberikan kontribusi dominan terhadap keseluruhan kanal penjualan Azane,” ucapnya.
Meski peluang ekspor mulai terbuka, belum tersedia informasi terperinci mengenai negara tujuan, volume pengiriman, maupun nilai transaksi ekspor Azane. Karena itu, perkembangan bisnis internasional tersebut masih perlu dilihat melalui capaian ekspor yang dapat diukur.
Pengalaman Azane menunjukkan bagaimana pelaku usaha mikro dan kecil dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran, mengoptimalkan momentum kampanye belanja, serta membuka akses menuju pasar internasional.
Ke depan, Ajeng menilai konsistensi menjaga kualitas produk, pengelolaan kapasitas produksi, dan kemampuan membaca kebutuhan konsumen akan menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan bisnis.
“Bagi kami, pemanfaatan lokapasar bukan sekadar sarana berjualan, tetapi juga cara untuk mengoptimalkan peluang pasar dan mengembangkan bisnis. Konsistensi menjaga kualitas produk dan kemampuan memanfaatkan peluang menjadi hal penting untuk pertumbuhan Azane ke depan,” pungkasnya.



