BOGOR, POJOKBOGOR.id - Wali Kota Bogor Dedie Rachim menegaskan pentingnya deteksi dini kanker payudara serta penguatan layanan kesehatan bagi perempuan. Ia meminta seluruh perangkat daerah dan berbagai elemen masyarakat bersinergi dalam memperluas edukasi, pemeriksaan, hingga pendampingan bagi pasien dan penyintas kanker.

Pesan tersebut disampaikan Dedie saat memimpin apel peringatan Hari Kanker Payudara Sedunia tingkat Kota Bogor 2026 di Plaza Balai Kota Bogor, Senin (19/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kota Bogor Yantie Rachim, Sekretaris Daerah Kota Bogor Denny Mulyadi, para camat dan lurah, serta jajaran perangkat daerah.

Hadir pula perwakilan tenaga kesehatan, organisasi profesi kesehatan, rumah sakit, institusi pendidikan, dan sejumlah organisasi masyarakat. Apel dipimpin Abdul Manan Tampubolon, pengurus YKI Cabang Kota Bogor yang juga menjabat Kepala Bagian Umum Setda Kota Bogor.

Dalam sambutannya, Dedie menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pencegahan dan penanganan kanker payudara. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar perempuan di Kota Bogor mendapatkan akses informasi dan layanan kesehatan yang memadai.

Ia juga menekankan pentingnya data kesehatan sebagai landasan dalam menyusun kebijakan dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

"Data dari Dinas Kesehatan ini menjadi dasar untuk memperkuat deteksi dini, penanganan, serta dukungan bagi pasien dan keluarga," ujarnya.

Dedie selanjutnya memberikan arahan kepada Sekda, perangkat daerah, organisasi profesi, institusi pendidikan, organisasi perempuan, dan organisasi kesehatan untuk memperkuat koordinasi dalam program kesehatan perempuan.

Ia meminta Sekda Kota Bogor memastikan isu kesehatan perempuan menjadi agenda bersama lintas perangkat daerah, mulai dari penyelarasan perencanaan hingga evaluasi program sesuai kebutuhan masyarakat.

Selain itu, promosi kesehatan dan pencegahan kanker perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan basis data yang tersedia. Upaya tersebut juga perlu diselaraskan dengan cakupan CKG SMART serta didukung jejaring layanan yang menghubungkan edukasi, pemeriksaan, rujukan, pengobatan, dan pendampingan pasien.

Menurut Dedie, keberhasilan Bulan Peduli Kanker tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan. Pemerintah juga perlu memastikan pemerataan akses layanan, kejelasan tindak lanjut pemeriksaan, serta kesinambungan pengobatan bagi pasien.

Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengatasi hambatan yang masih dihadapi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.

"Perempuan Kota Bogor, jangan ragu mencari informasi dan memeriksakan diri. Suami dan keluarga, teruslah mendampingi dan menguatkan para pejuang serta penyintas kanker. Anda tidak sendiri. Pemerintah Kota Bogor bersama seluruh mitra berkomitmen menghadirkan pelayanan dan perlindungan nyata dengan menghormati martabat serta privasi," kata Dedie.

Dalam kegiatan tersebut, lima penyintas kanker turut hadir dan menerima penyematan pita merah muda atau pink ribbon, disertai pemberian bingkisan sebagai bentuk perhatian dan dukungan.

Penyematan pita merah muda menjadi simbol kepedulian terhadap perjuangan pasien dan penyintas kanker payudara. Momentum ini sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa dukungan keluarga dan lingkungan memiliki peran penting dalam mendampingi pasien selama menjalani pengobatan.

Melalui peringatan Hari Kanker Payudara Sedunia 2026, Pemerintah Kota Bogor berharap kesadaran perempuan untuk melakukan pemeriksaan dini semakin meningkat. Penguatan edukasi, akses layanan kesehatan, dan pendampingan berkelanjutan diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh penanganan yang sesuai sejak awal.