BOGOR, POJOKBOGOR.id , H. Irwan M. Nur kembali memimpin Badan Pimpinan Cabang Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (BPC Gapensi) Kota Bogor untuk masa bakti 2026-2031. Terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) X, Irwan diharapkan mampu memperkuat peran kontraktor lokal dalam mendukung pembangunan infrastruktur Kota Bogor.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bogor Dedie Rachim menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha jasa konstruksi, terutama di tengah pemangkasan dana transfer daerah sekitar Rp300 miliar.
Dedie menyampaikan hal itu saat menghadiri Muscab X BPC Gapensi Kota Bogor di IPB International Convention Center (ICC), Kamis (15/10/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Memperkuat Sinergi Badan Usaha Konstruksi dan Pemerintah Kota Bogor dalam Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan”.
Dedie Rachim Tekankan Pembiayaan Kreatif
Dedie mengatakan, keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan dalam menjaga keberlanjutan pembangunan dan menggerakkan perekonomian Kota Bogor. Karena itu, Pemkot Bogor mendorong skema creative financing atau pembiayaan kreatif melalui kemitraan swasta, program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR), serta dukungan pemerintah pusat.
“Tantangan kita sekarang adalah anggaran transfer daerah berkurang Rp300 miliar. Persoalan utamanya, bagaimana menggerakkan ekonomi daerah jika pemicunya tidak ada? Oleh karena itu, Pemkot Bogor mencari solusi jangka pendek, menengah, dan panjang melalui creative financing,” ujar Dedie.
Ia menjelaskan, sejumlah proyek infrastruktur strategis didorong melalui skema pembiayaan di luar APBD secara penuh.
Salah satunya pembangunan Overarm Ciawi 2, yakni akses sambungan keluar Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) di Ciawi, yang disebut memanfaatkan dana CSR Sinarmas Group senilai hampir Rp120 miliar.
Selain itu, proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi sekitar Rp2 triliun per lokasi juga didorong melalui keterlibatan investor swasta. Sementara itu, APBD direncanakan mendukung kebutuhan pembebasan lahan dan pembangunan akses jalan.
Pemkot Bogor juga menyinggung pembangunan bundaran di kawasan pintu masuk Bogor Selatan dan Summarecon menuju Kota Bogor melalui kontribusi pengembang lokal. Proyek lainnya meliputi penataan kawasan Pasar Anyar, pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) Salmun, serta kelanjutan Ring Road 3 (R3).
Dedie menegaskan, keterlibatan swasta dalam pembangunan harus diiringi tata kelola yang transparan dan akuntabel.
“Saya berusaha melindungi teman-teman ASN dan kontraktor. Mari kita tegakkan kode etik dan aturan yang berlaku. Kami di internal Pemkot terus membenahi sistem pengadaan barang dan jasa agar lebih terbuka, fair, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.
Irwan M. Nur Dorong Kontraktor Lokal Tingkatkan Kualitas
Usai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua BPC Gapensi Kota Bogor periode 2026-2031, Irwan menyebut Muscab X bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan lima tahunan. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum evaluasi dan transformasi organisasi dalam menghadapi perkembangan sektor jasa konstruksi.
Ia menyoroti karakteristik geografis Kota Bogor, mulai dari curah hujan yang tinggi, kontur tanah, hingga dinamika sosial masyarakat. Kondisi tersebut menuntut pelaku usaha konstruksi menerapkan standar mutu tinggi dan memperhitungkan risiko bencana dalam setiap pekerjaan.
“Membangun infrastruktur di Kota Bogor memiliki tantangan tersendiri. Kami menuntut para pelaku jasa konstruksi lokal untuk mengutamakan kualitas, ketepatan waktu, dan ketepatan mutu,” ungkap Irwan.
Ia menambahkan, Gapensi akan memperkuat sinergi dengan Pemkot Bogor, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memaksimalkan peran pengusaha dan tenaga kerja lokal.
Menurut Irwan, keterlibatan pelaku usaha lokal diharapkan dapat membantu menggerakkan perekonomian daerah sekaligus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur.
Gapensi juga menyatakan kesiapan mendukung kebijakan Pemkot Bogor dalam mewujudkan tata ruang kota yang modern dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan identitas budaya daerah.
Muscab X BPC Gapensi Kota Bogor ditutup dengan penguatan komitmen pengurus dan anggota untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Melalui jargon “Gapensi Jaya, Bogor Beres, Bogor Maju!”, Gapensi Kota Bogor menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha konstruksi dalam mendukung pembangunan daerah.



