BOGOR, POJOKBOGOR.id – Hujan deras disertai angin kencang kembali memicu pohon tumbang di Kota Bogor. Kali ini sebuah pohon roboh di Jalan Sawojajar, Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kamis (1/10/2026) sore.
Kejadian di depan Bank Panin itu sempat menutup akses Jalan Sawojajar. Material pohon menimpa jaringan kabel listrik dan optik sehingga kendaraan harus dialihkan selama proses evakuasi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat kejadian berlangsung sekitar pukul 16.40 WIB.
Baca Juga: Baru Diguyur Hujan Sehari, Dua Pohon Tumbang Timpa Rumah hingga Tutup Akses Warga di Bogor
Pohon yang tumbang disebut berjenis kelor dengan tinggi sekitar 10 meter dan diameter sekitar 50 sentimeter.
“Penyebab ini diketahui karena hujan disertai angin kencang,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko Prahadisasongko, Kamis (1/10/2026).
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.
Pohon Menimpa Kabel, Jalan Sempat Ditutup
Material pohon tidak hanya jatuh ke badan jalan.
Batang dan dahan juga mengenai jaringan kabel listrik serta kabel optik di sekitar lokasi. Kondisi tersebut membuat Jalan Sawojajar tidak dapat langsung dilalui kendaraan.
Penanganan melibatkan BPBD Kota Bogor bersama Tagana, Disperumkim, Satlantas Polresta Bogor Kota, Dishub, PLN, Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga unsur relawan.
Proses evakuasi berlangsung hingga sekitar pukul 20.45 WIB.
Baca Juga: Serem, Pohon Tumbang Setinggi 20 Meter Timpa Rumah Warga Kedungbadak
“Assessment dan pemangkasan dahan pohon patah sudah selesai dilakukan di lokasi kejadian,” ujar Dimas, Kamis (1/10/2026).
Setelah material pohon dan jaringan yang terdampak ditangani, arus kendaraan kembali dapat melintas.
Tiga Hari Sebelumnya, Empat Orang Terluka di Villa Duta
Kejadian Sawojajar bukan satu-satunya insiden pohon tumbang di Kota Bogor dalam beberapa hari terakhir.
Pada Senin (28/9/2026), sejumlah pohon tumbang di kawasan Perumahan Villa Duta, Baranangsiang.
Material pohon menimpa akses jalan, jaringan listrik dan dua sepeda motor. Empat orang dilaporkan mengalami luka.
BPBD Kota Bogor saat itu menyebut kondisi pohon yang sudah rapuh sebagai penyebab tumbangnya pohon.
Baca Juga: Hujan Deras dan Angin Kencang Bikin Puncak Kacau: 3 Rumah Ambruk, Pohon Tumbang Tutup Jalan
“Saat pohon tumbang akhirnya menimpa akses jalan, kabel listrik, serta dua unit sepeda motor dan menyebabkan empat orang mengalami luka-luka,” kata Dimas Tiko, Senin (28/9/2026).
Dua kejadian dalam rentang empat hari tersebut kembali menyorot risiko pohon tumbang ketika cuaca di Bogor mulai diwarnai hujan dan angin kencang.
Data Resmi: 201 Pohon Tumbang dalam Setahun
Risiko pohon tumbang di Kota Bogor sebenarnya bukan persoalan baru.
Data BPBD yang dimuat dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bogor Tahun 2026 mencatat 853 kejadian bencana sepanjang 2024.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 201 merupakan kejadian pohon tumbang.
Angka itu menjadi kategori kejadian tertinggi kedua setelah tanah longsor yang mencapai 303 kejadian. Sementara bangunan roboh tercatat 189 kejadian, angin kencang 62 kejadian, dan banjir sebanyak 35 kejadian.
Baca Juga: Ada Pohon Tumbang di Jalan Mayor Oking Bogor, Lalu Lintas Sempat Lumpuh Total
Catatan itu menunjukkan pohon tumbang merupakan salah satu ancaman hidrometeorologi yang cukup dominan di Kota Bogor.
Pemerintah Sudah Punya Program Pendataan Pohon
Persoalan pohon rawan tumbang juga sudah masuk dalam perencanaan pemerintah daerah.
Dokumen RKPD Kota Bogor 2026 mencantumkan pendataan kondisi pohon pelindung serta pemeliharaan pohon di ruang terbuka hijau publik.
Lokasi yang menjadi perhatian mencakup jalur-jalur protokol hingga kawasan perumahan yang memiliki pohon pelindung berusia tua atau dianggap rawan tumbang.
Baca Juga: Hujan di Bogor Sepanjang Hari Membuat Pohon Tumbang dan Menimpa Rumah, Satu Orang Jadi Korban
Dalam dokumen program Disperumkim sebelumnya juga tercantum kegiatan pemeriksaan berkala kondisi pohon melalui sistem pendataan atau “KTP-nisasi pohon”, serta penanganan dan pencegahan pohon rawan tumbang.
Dengan kondisi tersebut, tantangannya bukan hanya melakukan evakuasi setelah pohon roboh, tetapi memastikan pohon yang berisiko dapat teridentifikasi sebelum cuaca ekstrem datang.
BMKG Sudah Peringatkan Hujan dan Angin Kencang
Pada hari kejadian, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca Jawa Barat.
Pada Kamis (1/10/2026) pukul 14.00 WIB, BMKG memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Jawa Barat.
Cuaca tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pengguna jalan, terutama ketika melintasi kawasan dengan pohon besar di sisi jalan.
Jalan Sawojajar sendiri merupakan salah satu ruas penting di pusat Kota Bogor dan terhubung dengan kawasan Pasar Anyar, Jalan Dewi Sartika hingga pusat aktivitas Stasiun Bogor.
Baca Juga: Tak Ada Angin dan Hujan Pohon Tumbang Setinggi 15 Meter Tumbang Timpa Pengendara Motor
Insiden Kamis sore membuat ruas tersebut sempat tidak dapat dilalui hingga proses evakuasi selesai.
Pohon Kota: Dibutuhkan, Tapi Juga Harus Diawasi
Bogor membutuhkan pohon untuk menjaga kualitas lingkungan, ruang hijau, keteduhan hingga membantu mengurangi suhu perkotaan.
Namun keberadaan pohon besar juga membutuhkan pemeriksaan secara berkala, khususnya terhadap kondisi batang, cabang, akar dan usia pohon.
Tidak semua pohon yang terlihat masih hijau atau berdiri kokoh dari luar otomatis bebas dari risiko.
Kondisi akar, pelapukan bagian dalam, tanah yang jenuh air hingga tekanan angin dapat meningkatkan risiko pohon atau dahan besar tumbang ketika hujan deras terjadi.
Baca Juga: Jalanan Kota Bogor Rawan Pohon Tumbang, Kini Terjadi di Sempur
Karena itu, kejadian di Sawojajar kembali menempatkan pendataan dan pemeliharaan pohon kota sebagai bagian penting dari mitigasi bencana.
Terlebih, catatan resmi menunjukkan pohon tumbang bukan kejadian langka di Kota Bogor.
Setelah 201 kejadian tercatat dalam satu tahun, pohon yang berdiri di sepanjang jalan kota bukan hanya perlu dipertahankan sebagai bagian dari ruang hijau, tetapi juga perlu dipastikan tetap aman bagi masyarakat yang beraktivitas di bawahnya.



