POJOKBOGOR.id - Hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang kembali membuat kawasan Puncak kerepotan.
Tiga rumah warga di Kampung Coblong dan Cijulang, Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, dilaporkan rusak akibat cuaca ekstrem yang terjadi sejak Kamis sore, 22 Januari 2026.
Kerusakan terjadi pada bagian dinding rumah yang jebol dan ambruk.
Kondisinya diperparah oleh struktur bangunan yang sudah rapuh sejak awal.
Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin, mengatakan ketiga rumah tersebut masing-masing milik Oman, Uji, dan Oji.
“Tiga unit rumah milik Oman, Uji, dan Oji di Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung mengalami kerusakan sedang, dinding bangunannya jebol dan ambruk,” ujar Jalaludin, Jumat (23/01/2026).
Meski begitu, Jalaludin memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Seluruh penghuni rumah langsung mengungsi demi menghindari risiko lanjutan.
“Tidak ada korban jiwa. Keluarga pemilik rumah sementara mengungsi ke rumah kerabat terdekat yang dinilai aman,” katanya.
BPBD mencatat, ketiga rumah tersebut membutuhkan penanganan lanjutan berupa revitalisasi.
Proses asesmen akan dilakukan oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) teknis terkait untuk menentukan langkah berikutnya.
“Rumah-rumah ini harus segera direvitalisasi. Asesmen akan dilakukan oleh SKPD teknis,” tambahnya.
Tak hanya merusak rumah warga, hujan dan angin juga menumbangkan sejumlah pohon di Jalan Raya Puncak, tepatnya di Kampung Naringgul, Desa Tugu Selatan.
Pohon tumbang menutup badan jalan nasional penghubung Bogor–Cipanas, Kabupaten Cianjur.
Akibatnya, kemacetan panjang tak terhindarkan di jalur wisata yang biasanya sudah padat, bahkan tanpa bantuan cuaca buruk.
Peristiwa pohon tumbang terjadi sekitar pukul 12.50 WIB.
BPBD Kabupaten Bogor menerima laporan dari warga dan langsung menerjunkan personel ke lokasi, yang tiba sekitar pukul 13.20 WIB.
“Kondisi hujan intensitas tinggi dan angin kencang menyebabkan beberapa pohon tumbang dan menutup akses utama Jalan Raya Puncak,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Mochamad Adam Hamdani.
Proses evakuasi tak berlangsung cepat.
Petugas membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk membersihkan batang pohon yang melintang di jalan.
“Batang pohonnya besar dan sebagian tersangkut kabel internet dan listrik. Kami harus ekstra hati-hati, jadi evakuasi memakan waktu cukup lama,” jelas Adam.
Menjelang sore, akses jalan berangsur normal.
Namun, BPBD mengingatkan warga dan pengguna jalan untuk tetap waspada, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di kawasan Puncak.




