BOGOR POJOKBOGOR.id , Sebuah firasat pilu menyelimuti misteri penemuan mayat perempuan HDA (34), warga Desa Babakan, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor.
Tiga minggu sebelum ditemukan tak bernyawa di dalam rumahnya, HDA sempat mendatangi tetangganya dengan sebuah permintaan sederhana namun penuh penyesalan: menitipkan kucing-kucing kesayangannya karena merasa tak lagi sanggup merawat mereka.
Ungkapan itu menjadi interaksi terakhir HDA. Pada Senin (12/10/2026) siang sekitar pukul 11.30 WIB, aroma tak sedap yang menyengat dari dalam rumahnya membongkar kenyataan pahit. Petugas keamanan dan pengelola perumahan yang curiga langsung menghubungi pihak kepolisian.
Kapolsek Tenjo, Iptu Hendrik Hartono, mengonfirmasi bahwa saat petugas tiba di lokasi, kondisi jenazah korban sudah mengalami pembusukan yang cukup parah.
"Petugas keamanan melihat korban terakhir kali beraktivitas sekitar tanggal 19 September 2026. Sejak saat itu, korban tidak pernah terlihat lagi keluar rumah," terang Hendrik, Selasa (13/10/2026).
Pemeriksaan saksi mengungkap bahwa korban sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya yang terus menurun kepada warga sekitar sebelum akhirnya hilang kontak.
Meski penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan secara medis, pihak keluarga telah merelakan kepergian HDA sebagai sebuah musibah. Jenazah wanita berusia 34 tahun tersebut kini telah diserahterimakan kepada keluarga untuk dimakamkan di kawasan Pamulang.



