POJOKBOGOR.id - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bogor bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah menyelesaikan pembahasan finalisasi Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk APBD perubahan anggaran 2025.

Adapun, rapat finalisasi APBD perubahan anggaran 2025 Kota Bogor ini berlangsung di Ruang Rapat Gedung DPRD Kota Bogor pada Rabu, 16 Juli 2025.

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Zenal Abidin mengatakan bahwa pembahasan perubahan anggaran 2025 berjalan lancar dan telah mencapai kesepakatan bersama.

Baca Juga: Pemkot Bogor Dukung SMA Kosgoro Wakili Jabar dalam Penilaian SSK

Hasilnya, Banggar dan TAPD menyepakati total anggaran KUA-PPAS APBD perubahan anggaran 2025 sebesar Rp3,332 triliun, serta dalam waktu dekat akan segera disahkan melalui rapat paripurna.

"Poin kesepakatan ini yakni menetapkan Pendapatan Daerah sebesar Rp3,275 triliun, Belanja Daerah Rp3,332 triliun, Total Pembiayaan Rp56,838 miliar dan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Rp0," kata Zenal Abidin.

"Paripurna rencananya akan dilaksanakan Jumat (18 Juli 2025)sore," sambungnya.

Kendati demikian, Zenal menyebut bahwa dalam pembahasan terakhir KUA-PPAS, masih terdapat defisit anggaran sebesar Rp47 miliar.

Baca Juga: Kandungan yang Ada Pada Beras Palsu Ternyata Sangat Mengerikan, Salah Satunya Bisa Dicampur Plastik!

"Awalnya defisit mencapai Rp243 miliar. Namun, seiring proses pembahasan dan penyesuaian, kini tersisa sekitar Rp47 miliar," ujarnya.

Meski masih ada defisit, Zenal menegaskan bahwa kondisi penganggaran secara umum tetap aman. Pendapatan daerah diproyeksikan mencapai Rp3,332 triliun, termasuk tambahan dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp12 miliar.

Selain itu, Zenal memastikan bahwa seluruh program prioritas seperti pendidikan dan pembangunan sudah tercukupi.

"Semua program sudah tercover. Sektor pendidikan, pembangunan, dan kebutuhan masyarakat lainnya sudah terakomodir secara anggaran," imbuhnya.

Baca Juga: Bahaya Mengonsumsi Beras Palsu Secara Terus-Menerus Bisa Menjadi Ancaman Serius

Zenal menambahkan bahwa pembahasan teknis dan finalisasi KUA-PPAS masih berjalan dan berpotensi mengalami perubahan, khususnya setelah rapat paripurna.

"Nanti kan masih bisa ada tambahan pendapatan, jadi bisa saja berkurang atau tertutup defisitnya," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Deni Mulyadi menuturkan bahwa proses finalisasi pembahasan KUA-PPAS secara umum sudah berjalan dengan baik dan menghasilkan keseimbangan antara pendapatan dan pembiayaan.

"Jadi hasil finalisasi pembahasan sudah balance, pendapatan dan pembiayaan. Alhamdulillah, finalisasi pembahasan sangat bagus. Ada solusi sehingga KUA-PPAS bisa segera ditetapkan dalam Paripurna," paparnya.

Ia juga menjelaskan bahwa jika masih ada defisit ke depan, terdapat dua opsi yang bisa ditempuh.

"Jika ada defisit, itu ada dua opsi penambahan pendapatan atau pengurangan belanja," katanya saat ikuti rapat perubahan anggaran 2025.