BOGOR.POJOKSATU.id - Di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap peredaran beras oplosan dan palsu di pasaran, masyarakat perlu lebih mengenal apa sebenarnya yang terkandung dalam beras palsu tersebut.

Di balik tampilan fisiknya yang seringkali menyerupai beras asli atau bahkan premium, ternyata beras palsu menyimpan ancaman tersembunyi yang sangat mengerikan.

Berikut ini beberapa kandungan berbahaya yang sering ditemukan dalam beras palsu:

1. Campuran Plastik atau Resin Sintetis

Salah satu bentuk beras palsu yang paling ekstrem adalah yang terbuat dari plastik atau bahan resin. Butiran ini dicetak menyerupai beras, namun sebenarnya berasal dari bahan kimia yang sama sekali tidak bisa dicerna oleh tubuh.

Ketika dikonsumsi, partikel plastik ini bisa menumpuk di saluran pencernaan dan memicu gangguan organ dalam. Lebih parah lagi, kandungan plastik ini bersifat toksik dan bisa mengganggu sistem hormon manusia.

2. Zat Pemutih (Whitening Agent)

Agar tampak putih bersih dan menarik di mata pembeli, beras oplosan sering dipoles dengan zat pemutih. Zat ini bisa berupa klorin, formalin, atau bahan kimia pemutih tekstil.

Kandungan tersebut sangat berbahaya jika masuk ke dalam tubuh karena bisa menyebabkan iritasi saluran pencernaan, gangguan pernapasan, bahkan kerusakan hati dalam jangka panjang.

3. Pewarna Tekstil

Beberapa beras palsu juga dilapisi dengan pewarna buatan untuk menciptakan ilusi kualitas beras tertentu, seperti pulen atau wangi.

Pewarna ini bukan pewarna makanan, melainkan pewarna industri atau tekstil yang tidak aman untuk dikonsumsi. Jika terus dikonsumsi, dapat memicu reaksi alergi, keracunan, dan bahkan meningkatkan risiko kanker.

4. Lem Industri atau Bahan Perekat

Dalam proses pembuatan butiran beras tiruan, beberapa oknum mencampurkan lem atau bahan perekat untuk menyatukan campuran plastik, tepung, atau bahan sintetis lain.

Lem ini jelas bukan untuk konsumsi dan bisa merusak jaringan organ tubuh manusia, terutama jika tertelan dalam jangka waktu lama.

5. Serbuk Kapur atau Batu Gamping

Untuk memberikan efek tekstur keras seperti beras asli, sebagian produsen curang mencampurkan serbuk kapur atau batu gamping dalam proses pencetakan beras palsu.

Padahal zat ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, mual, dan iritasi pada lapisan lambung jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

6. Beras Busuk Dicampur Ulang

Dalam beberapa kasus, beras yang sudah kedaluwarsa atau busuk dicuci, dikeringkan, dan dicampur dengan beras baru lalu dikemas ulang sebagai produk premium.

Meskipun tampak seperti beras biasa, kandungan mikrobakteri dalam beras busuk bisa memicu infeksi saluran cerna, diare parah, hingga keracunan makanan.

Kesimpulan

Kandungan yang terdapat pada beras palsu tidak hanya menjijikkan, tapi juga membahayakan kesehatan secara serius.

Dalam jangka panjang, tubuh bisa mengalami kerusakan permanen hanya karena mengonsumsi sesuatu yang seharusnya tidak masuk ke dalam sistem pencernaan manusia.

Warga harus semakin cermat dan kritis dalam memilih beras. Jangan tergiur harga murah atau tampilan luar saja.

Pastikan membeli dari toko terpercaya, cek tekstur, aroma, dan warna beras sebelum dikonsumsi. Jika merasa ragu, lebih baik tidak digunakan dan segera laporkan ke pihak berwenang agar bisa ditelusuri lebih lanjut.

Kesehatan tidak bisa dibeli, tapi bisa dijaga—salah satunya dimulai dari memilih makanan yang benar. ***