KOTA BOGOR, POJOKBOGOR.id - Kepanikan terjadi di Stasiun Jakarta Kota, Selasa (27/10/2026) sore, setelah Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line nomor 1378 relasi Jakarta Kota menuju Bogor mengeluarkan percikan api dan asap putih. Insiden yang terjadi di Jalur 10 sekitar pukul 17.52 WIB itu membuat sejumlah penumpang bergegas keluar dari rangkaian.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, asap terlihat mengepul dari bagian atas kereta, tepatnya di sekitar sambungan antargerbong. Situasi tersebut memicu kepanikan penumpang yang berada di dalam rangkaian.

Salah seorang penumpang bernama Aprilia mengaku berada di gerbong 11 ketika mendengar suara seperti ledakan. Tak lama kemudian, ia melihat asap berasal dari gerbong 10 sehingga penumpang bergegas keluar untuk menghindari potensi bahaya.

Namun, berdasarkan keterangan resmi KAI Commuter, gangguan tersebut disebabkan munculnya percikan api pada bagian pantograf. Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam pemeriksaan petugas teknis.

Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengatakan petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap sarana dan prasarana.

“Petugas terkait sudah berada di lokasi untuk melakukan pengecekan awal pada sarana dan prasarana,” ujar Leza dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).

Pantograf merupakan perangkat yang terpasang di atap kereta dan berfungsi menghubungkan rangkaian KRL dengan kabel listrik aliran atas sebagai sumber tenaga penggerak.

Setelah kejadian tersebut, petugas berkoordinasi dengan tim teknis untuk memeriksa kondisi rangkaian sekaligus memastikan penanganan dilakukan sesuai prosedur keselamatan operasional.

Penumpang Dialihkan ke KRL Lain

Untuk mengantisipasi gangguan perjalanan, KAI Commuter melakukan pengaturan pelayanan dengan mengalihkan penumpang KRL nomor 1378 ke Commuter Line nomor 1380 relasi Jakarta Kota-Bogor yang diberangkatkan dari Jalur 11 Stasiun Jakarta Kota.

Langkah tersebut dilakukan agar penumpang tetap dapat melanjutkan perjalanan menuju tujuan masing-masing.

Sementara itu, rangkaian yang mengalami gangguan dikeluarkan dari pelayanan untuk menjalani pemeriksaan dan perbaikan lebih lanjut.

Leza menjelaskan bahwa rangkaian tersebut diberangkatkan dari Stasiun Jakarta Kota pada pukul 19.07 WIB untuk selanjutnya menjalani perbaikan.

KAI Commuter juga menyiapkan rangkaian pengganti guna menjaga kelancaran layanan kepada pengguna.

Perusahaan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang akibat gangguan tersebut. KAI Commuter menegaskan bahwa koordinasi dengan petugas terkait terus dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur keselamatan dan keamanan perjalanan kereta.

Situasi Berangsur Terkendali

Berdasarkan informasi yang dihimpun dalam laporan kejadian, kondisi di Stasiun Jakarta Kota pada pukul 19.40 WIB terlihat tidak terlalu ramai. Meski demikian, pemeriksaan teknis terhadap rangkaian yang mengalami gangguan tetap menjadi bagian penting dari penanganan insiden tersebut.

Kejadian ini juga memunculkan perhatian terhadap kondisi sarana dan prasarana KRL, khususnya perangkat pantograf yang berhubungan langsung dengan sistem kelistrikan kereta.

Meski sejumlah warganet menyebut adanya ledakan, keterangan resmi KAI Commuter sejauh ini menyatakan bahwa gangguan berupa percikan api pada pantograf. Karena itu, penyebab pasti insiden tersebut masih perlu menunggu hasil pemeriksaan teknis.

KAI Commuter mengimbau pengguna untuk tetap tertib, mengutamakan keselamatan, dan mengikuti arahan petugas apabila terjadi gangguan perjalanan.

Informasi terbaru mengenai operasional Commuter Line dapat dipantau melalui aplikasi C-Access, akun media sosial resmi @commuterline, atau layanan Contact Center 121.

Insiden di Stasiun Jakarta Kota tersebut menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan dan pemeliharaan sarana perkeretaapian secara berkala, terutama untuk menjaga keselamatan penumpang dan keandalan layanan transportasi publik yang digunakan masyarakat setiap hari.