KOTA BOGOR, POJOKBOGOR.id - Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor memicu tanah longsor di area samping Kantor Kecamatan Bogor Barat, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Rabu (28/10/2026) sore. Longsoran tersebut memiliki tinggi sekitar 12 meter dengan lebar mencapai 5 meter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mengkhawatirkan potensi longsor susulan akibat kondisi tanah yang labil, terlebih jika hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kota Bogor, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Laporan dari warga diterima petugas melalui media sosial pada pukul 15.45 WIB.

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kota Bogor kemudian berangkat menuju lokasi pada pukul 15.50 WIB untuk melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan aparatur wilayah setempat.

“Longsoran terjadi pada tanah di samping Kantor Kecamatan Bogor Barat dengan tinggi sekitar 12 meter dan lebar 5 meter. Kondisi tersebut dikhawatirkan berpotensi menimbulkan longsor susulan,” demikian informasi dalam laporan BPBD Kota Bogor.

BPBD Minta Penanganan Segera

Dalam penanganan awal, petugas BPBD melakukan pendataan kondisi di lokasi sekaligus berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Bogor Barat untuk mengantisipasi risiko lanjutan.

Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat dua kebutuhan mendesak untuk mendukung penanganan lokasi, yakni pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan penyediaan terpal.

Pembangunan TPT dibutuhkan sebagai upaya memperkuat struktur tanah dan mengurangi risiko pergerakan tanah lebih lanjut. Sementara itu, terpal diperlukan sebagai penanganan sementara untuk membantu melindungi permukaan tanah dari paparan air hujan.

Proses asesmen dan koordinasi oleh petugas BPBD dilaporkan selesai pada pukul 16.30 WIB. Meski penanganan awal telah dilakukan, potensi longsor susulan masih menjadi perhatian mengingat kondisi tanah yang labil.

Warga Diminta Waspada Saat Hujan Deras

Peristiwa longsor di area Kantor Kecamatan Bogor Barat ini menjadi pengingat akan meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi saat curah hujan tinggi.

Masyarakat yang berada di sekitar lokasi diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras berlangsung dalam waktu lama. Warga juga perlu menghindari area tanah yang mengalami retakan atau menunjukkan tanda-tanda pergerakan.

Adapun personel TRC-PB BPBD Kota Bogor yang melakukan asesmen di lokasi terdiri atas M. Rizky Nugraha, Mulky Rhamdani, M. Gery Alghifari, dan Aldi Alfiansah. Penanganan turut melibatkan pihak Kecamatan Bogor Barat.

Hingga laporan asesmen selesai, kebutuhan pembangunan TPT dan terpal masih tercatat sebagai kebutuhan mendesak untuk mendukung penanganan di lokasi longsor.