POJOKBOGOR.id - Dewan Penasihat Festival Merah Putih, Guntur Santoso menyampaikan kekecewaanya saat mengetahui banyak masyarakat yang FOMO mengibarkan bendera One Piece, dibandingkan bendera Merah Putih dalam momen mendekati Hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 2025.
"Coba cek lagi KTP orang orang yang memasang bendera One Piece! Di mana mereka lahir, dan di mana alamat mereka tinggal. Kalau masih di wilayah Indonesia, otaknya tolong dipakai!" geram dia, 2 Agustus 2025.
Dia meyakini mereka yang memajang bendera One Piece ini tinggal di Indonesia dan didominasi lahir di zaman negara ini sudah merdeka. Dengan kondisi negara yang sudah merdeka ini, artinya mereka hidup lebih enak dibandingkan para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaannya dengan darah dan nyawa ketika masih dijajah.
"Kalian sudah menikmati kemerdekaan, kesejahteraannya sudah berhasil direbut NKRI, KTP-nya RI, makan dan tidur dengan nyaman dan aman di RI, tapi tiba tiba majang bendera One Piece. Namanya tidak tahu diri!" sambar dia.
Seperti diketahui, bendera Jolly Roger belakangan identik dengan anime One Piece, pada beberapa hari ini kerap disebut sebagai "simbol pemberontakan". Sebutan ini tentunya amat berlebihan, mengingat struktur pemberontakannya lebih individualistik dan cenderung FOMO.
Baca Juga: Jalan R3 Jadi Jalur Alternatif Puncak Menuju Warung Jambu, Tak Perlu Lewat Tajur Lagi
Belakangan, banyak warga Negara Indonesia menyerukan pengibaran bendera One Piece pada 17 Agustus 2025 mendatang dianggap sebagai bentuk perlawanan.


.webp)
